Press "Enter" to skip to content

Terkini Yenny `Temukan` Nama Internona Di Sleman

 Sepertinya tak ada  lagi yang perlu diragukan soal kecintaan Yenny pada Inter Milan Terkini Yenny `Temukan` Nama Internona di Sleman

Liputan6.com, Jakarta : Sepertinya tak ada lagi yang perlu diragukan soal kecintaan Yenny pada Inter Milan. Wanita asal Yogyakarta yang sudah lima tahun tinggal di Jakarta ini benar-benar ngefans berat dengan I Nerazzurri, sampai-sampai ia membentuk komunitas Internona pada 2008 lalu.

“Dulu aku sendiri bangkit Internona. Saya pada 2008 ke Jakarta kemudian bertemu teman-teman komunitas ICI Moratti (Inter Club Indonesia Moratti). Lalu aku kumpulkan teman-teman cewek yang juga suka Inter dan karenanya tetap ada hingga sekarang,” jelasnya pada Liputan6.com, Rabu 10 Juli 2013.

“Saya menamakan komunitas ini Internona alasannya tercetus begitu saja. Waktu ditanya oleh salah satu stasiun televisi, aku tiba-tiba saja menyebutkan Internona. Kata nona muncul alasannya aku ingat pada suporter perempuan PSS Sleman, Slemanona. Makara ya aku sebut saja komunitas perempuan Inter dengan Internona. Lama-lama aku dikenal dengan nama Yenny Sang Internona,” ujarnya dengan diselingi tawa.

Sebelum menjabat sebagai koordinator Internona, Yenny sempat menjadi pengurus ICI Moratti Yogyakarta. Dengan bekal pengalamannya tersebut, ia karenanya sukses membawa Internona eksis hingga terlibat ke dalam kepengurusan program Inter Milan Tour Indonesia pada 2012 lalu.

“Saat ini, Internona sudah tersebar. Ada yang dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan banyak sekali kota lain. Kita banyak mengadakan program dari futsal, nonton bareng (nobar), gathering, hingga arisan. Tapi yang terbesar, kita pernah ikut jadi pengurus program waktu Inter Milan tiba ke Indonesia,” ucapnya.

Oleh anggota Internona, Yenny sudah dianggap sebagai orang yang paling senior. Wanita yang menyayangi Inter semenjak 1998 ini pun telah menganggap semua teman-temannya di Internona sebagai saudara sendiri.

“Saya suka Inter semenjak Ronaldo main tahun 1998 lalu. Saya kemudian masuk ke komunitas ICI dan membentuk Internona. Kami semua sudah menyerupai keluarga,” sebutnya.

Selama mendukung Inter, sudah banyak sekali pengalaman yang dialami perempuan berambut panjang ini. Namun satu yang belum dirasakan olehnya, ialah berkunjung eksklusif ke kota Milan dan menyaksikan tabrak Inter Milan di markasnya, Stadion Giuseppe Meazza.

“Saya sudah banyak pengalaman menarik selama jadi Internona. Namun aku belum mewujudkan mimpi aku untuk berada di Stadion Giuseppe Meazza untuk nonton Inter Milan,” katanya di simpulan pembicaraan. (*)