Press "Enter" to skip to content

Terkini Suporter Ingin Ikut Danai Inter

 Presiden klub Inter Milan Erick Thohir  Terkini Suporter Ingin Ikut Danai Inter
REPUBLIKA.CO.ID, MILAN — Beberapa pendukung telah memulai sebuah kampanye untuk membantu meningkatkan status Inter Milan. Mekanismenya melalui denah crowdfunding atau pendanaan model patungan usaha.

Jumlah yang dikumpulkan dari tiap orang nilainya tidak banyak. Namun menjadi besar kalau seluruh pendukung setia mau menyumbangkan dananya demi kebaikan klub.

Gagasan itu dilontarkan Profesor Enzo Bonora dari Universitas Verona kepada Tutto Sport. Rencana itu muncul sanggup jadi sebagai respon atas kondisi finansial klub yang mempunyai tunggakan sebesar 200 juta euro atau sekitar Rp 3,2 triliun.

Gara-gara itu, presiden klub Erick Thohir dirumorkan akan menjual DC United untuk menutup utang I Nerazzurri. “Ini yaitu inspirasi yang puitis,” katanya, dilansir Football Italia, Ahad (9/2).

Bonora menjelaskan, inisiatif itu muncul tidak bukan disebabkan kurangnya iman dalam direksi Inter ketika ini atau pemilik baru. Karena ia pikir Erick sanggup menunjukkan bantuan penting menyerupai yang dilakukan keluarga Moratti lakukan pada masa lalu.

Menurut dia, keluarnya inspirasi itu yaitu untuk memungkinkan para Interisti untuk membeli saham klub. Namun itu akan membutuhkan waktu cukup lama. Dia menegaskan, para suporter ingin menumbuhkan klub biar kembali ke papan atas.

Tentu saja dengan mengumpulkan sumber daya dan menyumbang sejumlah dana sanggup menjadi solusi atas problem finansial yang dihadapi klub.

“Ini tidak akan mengganggu politik klub, lantaran itu yaitu inspirasi yang puitis…Seperti yang saya tulis dalam surat saya kepada Presiden Kehormatan Massimo Moratti, kami fans Inter ingin menunjukkan kembali sesuatu.”

Dia melanjutkan, inspirasi pendaan yang melibatkan pendukung itu cukup sederhana. Caranya yaitu mengambil jumlah yang sangat kecil dari sejumlah besar orang.

Dengan banyak penggemar yang terlibat maka sanggup dikumpulkan dana cukup untuk menggeser keseimbangan keuangan. Apalagi, Italia tengah dilanda krisis ekonomi, yang tentu semakin menciptakan Inter kesulitan mendapatkan pemasukan.

“Klub sepak bola Italia berjuang untuk memaksakan diri di Eropa, lantaran kami tidak lagi mempunyai tokoh terkemuka yang sanggup melaksanakan semuanya sendiri. Inter milik para fans, jadi mengapa kita tidak sanggup menjadi yang pertama untuk mendukung tim kita tercinta?”

Profesor berusia 61 tahun itu mencontohkan, kalau seseorang telah membelajankan 30 euro (Rp 490 ribu) maka orang itu tidak selalu bahagia. “Dalam sepak bola ketika tim Anda menang, ia membawa keluar suka cita dalam keadaan yang paling murni. Mengapa menghentikan kita untuk bermimpi?”

Bonora mengatakan, dana yang dikumpulkan tidak melulu dipakai untuk bursa transfer. Klub juga sanggup menggalokasikannya untuk operasi kemanusiaan seperti, Inter Campus atau diskon 15 persen diberikan untuk amal. Model itu juga sanggup diekspor ke asosiasi non-olahraga lain.

“Saya akan segera mengirim surat kepada Erick Thohir untuk melihat apakah ia ingin rencana ini. Jelas, jikalau klub tidak senang wacana hal itu, maka kita akan berhenti, tapi saya sudah mendapatkan umpan balik konkret dari orang-orang yang mempunyai tugas penting di klub.”

“Kami telah mempunyai sebuah slogan, membuatkan untuk tim, membuatkan mimpi, dan dukung Inter.”