Press "Enter" to skip to content

Terkini Stramaccioni: Terima Kasih Nasihatnya, Mou!

Sebagai salah satu instruktur termuda di Serie  A Terkini Stramaccioni: Terima Kasih Nasihatnya, Mou!

MILAN – Sebagai salah satu instruktur termuda di Serie A, Andrea Stramaccioni dianggap berhasil dalam mengangkat kembali reputasi Inter Milan yang sempat terpuruk. Menilik bagaimana caranya, ternyata semua yang dilakukan Stramaccioni tak lepas dari santunan José Mourinho.

Ya, Stramaccioni sendiri mengakui bahwa ketika dirinya dibebankan tantangan dari pembesut tim primavera Inter ke tim inti, dirinya menerima ‘uluran tangan’ dari mantan Allenatore nyentrik yang erat disapa Mou itu.

Buktinya, seni administrasi 4-4-3 yang diterapkan Stramaccioni kepada La Beneamata, merupakan nasihat dari Mourinho sendiri yang menyampaikan bahwa deretan itu-lah yang sejatinya paling sempurna untuk Inter.

Hasilnya, Empat kemenangan termasuk di derby Della Maddonina melawan AC Milan, merupakan bukti positif keberhasilan Stramaccioni menghadirkan kembali senyum di wajah supremo Inter – Massimo Moratti.

“Mourinho menawarkan saya lebih dari satu kalimat nasihat. Tapi saya tak mengatakannya kepada para pemain perihal hal ini,” saya Stramaccioni, sebagaimana disadur Football-Italia, Kamis (17/6/2012).

“Dia mengontak saya, tampaknya beliau melakukannya sebab beliau mengasihi Inter. Saya mendengarkan tiap kata-katanya dengan seksama dan saya harus berterima kasih kepadanya,” lanjut laki-laki kelahiran Roma, 36 tahun silam itu.

“Saya sendiri belum pernah bertatap muka dengannya, tapi bagi saya merupakan sebuah keistimewaan bisa berbicara dengan salah satu instruktur terbaik di dunia,” sambungnya lagi.

Selama ini, memang belum banyak yang mengenalnya dengan baik. Siapa bersama-sama Stramaccioni? Suksesor Claudio Ranieri itu memang pernah mengecap pengalaman di tim nasional Italia U-15. Tapi kariernya harus pindah haluan menjadi instruktur kala cedera parah menimpanya dan menjadi faktor pencegah dirinya masuk ke arena profesional.

“Saya tak punya karier sebagai pesepakbola profesional. Saya juga tak terlalu andal di kamar ganti. Saya tak banyak memainkan sepakbola di level tinggi. Tapi di ketika yang sama, saya punya laba sebab sudah menjadi instruktur di usia 23 tahun,” sahutnya menceritakan.

“Dulu saya pemain yang cukup bersinar. Bahkan saya pernah tampil di timnas U-15 bersama Francesco Totti, Alessandro Nesta dan Marco Di Vaio. Tapi saya mengalami cedera serius di usia 15 tahun. Setelah tiga kali operasi, saya merasa sudah tak bisa lagi,” tuntasnya.