Press "Enter" to skip to content

Terkini Stramaccioni Kecam Naas Inter

TRIESTE, KOMPAS.com — Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni yakin timnya naas animo ini, menyidik banyaknya pemain cedera dan kesalahan keputusan wasit.

“Poin pentingnya kali ini lagi-lagi cedera di animo yang naas ini, sesudah kehilangan Walter Gargano. Absennya menciptakan kami kehilangan irama keseimbangan,” keluh Stramaccioni, seusai timnya dikandaskan tuan rumah Cagliari 0-2, Minggu (14/4/2013).

Dengan kekalahan itu, I Nerazzurri tetap berada pada posisi ketujuh Serie-A dan makin jauh dari zona kompetisi Eropa. Total poin sementara Il Biscione tetap 50 atau hanya berjarak satu angka dari duo klub ibu kota Italia, AS Roma dan Lazio. Namun, kedua raksasa Serie-A itu gres menjalani 31 pertandingan alias unggul satu partai dari Inter.

Naas Inter tak hanya berhenti kepada cederanya Gargano.

“Yuto Nagatomo keluar dari dingklik cadangan dan dibelit cedera lagi sesudah tiga menit tampil. Kami kehilangan dua pemain untuk pertandingan Rabu (17/4/2013),” keluh Strama lagi.

“Setiap tim yang kehilangan dua penyerang (Antonio Cassano dan Diego Milito) sebab cedera dan beberapa pemain berjulukan besar niscaya akan berusaha lebih keras menampilkan permainan terbaiknya,” ulas laki-laki berusia 37 tahun itu.

Dua hari lagi La Beneamata akan menjamu Roma dalam sabung kedua semifinal Piala Italia. Pada partai perdana 23 Januari lalu, Inter keok 1-2. Ajang itu yaitu peluang terbaik Inter menuju kompetisi Eropa. Lazio yaitu calon lawan salah satu dari kedua tim itu di Stadion Olimpico, Roma, pada 26 Mei nanti, sesudah melibas Juventus 2-1 pada 29 Januari lalu.

Di lain pihak, Strama juga berkomentar soal kinerja wasit dalam sabung di Trieste, Pulau Sardinia.

“Beberapa keputusan meragukan, termasuk untuk Tommaso Rocchi pada babak pertama, yang dapat dikenai kartu merah sesudah melanggar peluang mencetak gol secara langsung,” paparnya.

“Hari ini, wasit dikelabui (Mauricio) Pinilla, sementara tamat pekan kemudian oleh Atalanta, yakni dikala keputusannya tak berdasar apa-apa. Ini animo ‘terkutuk’ kami, bagaimana Anda dapat memutuskan menawarkan penalti menyerupai itu?” lanjut Strama setengah beretorika.