Press "Enter" to skip to content

Terkini Stramaccioni: Inter Dikutuk

 

Trieste – Andrea Stramaccioni menilai Inter Milan sudah tampil cukup baik ketika menghadapi Cagliari. Tapi, sejumlah insiden di tengah pertandingan ikut memilih hasil simpulan dan Strama pun yakin timnya dikutuk.

Melawan Cagliari di Stadion Nereo Rocco, Trieste, Minggu (14/4/2013) malam WIB, Inter tampil dengan deretan 4-4-2, bukan 3-5-2 ibarat biasanya. Karena stok striker sangat tipis, Nerazzurri terpaksa mendorong Fredy Guarin ke depan untuk menemani Tomasso Rocchi.

Dengan kondisi demikian, Inter masih bisa mendominasi permainan. Mereka membuat beberapa peluang manis di babak pertama, tapi tak bisa memaksimalkannya.

“Babak pertama manis bila melihat situasi darurat yang kami alami, sebab kami membuat tiga peluang mencetak gol dan Samir Handanovic tak mendapat ujian,” ujar Stramaccioni yang dikutip Football Italia.

Memasuki babak kedua, Inter mulai dihinggapi nasib sial. Mereka kehilangan Walter Gargano yang mengalami cedera.

Kesialan Inter berikutnya ialah insiden penalti kontroversial pada menit ke-62. Matias Silvestre dianggap menjatuhkan Mauricio Pinilla di area terlarang, tapi dari tayangan ulang terlihat tidak ada kontak berarti di antara kedua pemain. Pinilla yang menjadi eksekutor lantas membawa Cagliari unggul 1-0.

Tak berselang lama, giliran Yuto Nagatomo yang dihantam cedera. Padahal, Nagatomo gres bermain beberapa menit di atas lapangan.

“Kuncinya ialah cedera lain dalam trend yang terkutuk ini sebab kami kehilangan Walter Gargano. Pada ketika itu aku mendorong Esteban Cambiasso dan Mateo Kovacic ke depan untuk memberi lebih banyak bobot serangan dan Gargano ialah penghubung. Cederanya beliau membuat kami kehilangan sesuatu dalam hal keseimbangan,” terang Stramaccioni.

“Yuto Nagatomo kemudian masuk ke lapangan dan cedera lagi sehabis tiga menit. Jadi, kami kehilangan dua pemain untuk (laga Coppa Italia melawan AS Roma) pada hari Rabu,” lanjutnya.

Menurut Strama, beberapa keputusan kontroversial wasit membuat timnya terpengaruh. Yang paling beliau sorot tentu saja penalti untuk Cagliari.

“Ini ialah situasi darurat besar, tapi pada Cagliari pantas menang. Karena itu, sekali lagi penalti mengada-ada dan memengaruhi tim yang sudah bisa menghadapi kesulitan luar biasa,” tuturnya.

“Ada insiden mencurigai ketika Tomasso Rocchi dijatuhkan pada babak pertama, yang harusnya bisa memunculkan kartu merah sebab menghentikan sebuah peluang higienis bikin gol,” ujar Strama.

“Sikap kami tetap positif, namun penalti memengaruhi kami sebab itu ialah kesalahan lainnya. Terlepas dari semua hukuman, kami sudah mendekati permainan dengan baik,” tambahnya.

“Hari ini wasit ditipu oleh Pinilla, sementara pekan kemudian dengan Atalanta sama sekali tidak ada apa-apa. Ini benar-benar trend yang terkutuk, bagaimana bisa Anda memberi penalti ibarat itu?” kecam Strama.

Inter kesannya kalah 0-2 pada pertandingan ini. Mereka sekarang menempati posisi ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 50 poin dari 32 partai.