Press "Enter" to skip to content

Terkini Spesial: Lima Hal Wajib Dilakukan Inter Demi Scudetto

14 bulan sudah berlalu semenjak terakhir kali merajai Italia, kini peluang Inter untuk menjadi nomor satu di peninsula pada demam isu Serie A Italia 2011/12 kembali diprediksi menipis. I Nerazzurri memang sukses menambah tiga trofi embel-embel namun pencapaian itu jauh dari yang pernah mereka catatkan satu tahun sebelumnya.

Mengawali kompetisi dengan jelek di bawah komando Rafael Benitez dan sempat bangun bersama Leonardo di final musim, La Beneamata sedang berusaha menutup luka dan menggeliat bangkit. Beberapa pemain didatangkan menyerupai Jonathan, Luc Castaignos dan Ricardo Alvarez, namun keraguan itu sedikit banyaknya masih ada. Belum lagi allenatore anyar Gian Piero Gasperini masih harus menawarkan bukti.

Isu skuad yang semakin menua menjadi fokus paling besar. Javier Zanetti – bulan depan berusia 38 – akan berdiri di barisan paling depan dari sederetan pemain berumur kepala tiga, sementara itu di waktu yang sama para pemain muda Inter masih harus bekerja keras untuk bersaing di level teratas.

Sebulan lagi kompetisi akan bergulir, jurnalis GOAL.com Kris Voakes menawarkan analisa dengan menghadirkan lima faktor utama yang harus dilakukan Inter untuk mempertahankan status sebagai klub yang siap menambah jumlah trofi Scudetto menjadi 19.

TAHAN WESLEY SNEIJDER DAN SIMPAN DI POSISI TEPAT

Spekulasi terkait masa depan Sneijder masih simpang siur. Namun angin tampaknya masih berpihak pada klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza tersebut. Hal ini di dasarkan pada ucapan Sir Alex Ferguson: “Kami belum menerima incaran tepat. Pemain dengan tipe yang kami dambakan, tampaknya tidak akan dijual.”

Jika pemilik nomor 10 jersey Biru-Hitam itu memang bertahan, langkah berikutnya ialah memastikan potensi Sneijder dimaksimalkan. Gasperini bersikeras menempatkan tiga pemain di lini depan, situasi menyerupai ini dalam beberapa uji coba memaksa sang playmaker lebih banyak menghabiskan waktu di lini tengah, kalau dibiarkan sejati Sneijder usang kelamaan bisa terkikis dan terbuang percuma.

HILANGKAN KETERGANTUNGAN PADA SAMUEL ETO’O

Musim kemudian bintang Kamerun ini mengemas 37 gol. Lima di antaranya dihadirkan di tiga partai final yang mereka menangkan. Sayang, bantuan Eto’o di liga dan kompetisi Eropa terbuang percuma alasannya ialah tidak adanya pinjaman dari pemain lain. Situasi berubah tatkala Il Biscione mendatangkan Giampaolo Pazzini di bulan Januari.

Sangat penting bagi Pazzini yang pernah mencatat rekor kurang mengesankan bersama Fiorentina dan timnas Italia melanjutkan kegemilangan demam isu lalu. Kontribusi pemain menyerupai Goran Pandev dan Diego Milito wajib ditunggu. Musim kemudian penampilan keduanya terbilang jauh dari menjanjikan.

PERBAIKI SEKTOR PERTAHANAN

Salah satu faktor runtuhnya dominasi Inter di Italia ialah buruknya kinerja di lini belakang. Total 70 gol bersarang di gawang Inter sepanjang 2010/11, sesuatu yang wajib diperbaiki.

Gasperini berharap denah tiga bek sejajar di lini belakang bisa menghadirkan keuntungan. Musim depan Walter Samuel dipastikan bakal mendampingi Lucio dan Andrea Ranocchia yang gagal membangun benteng kokoh ketika bek asal Argentina itu mengalami cedera parah ligamen lutut di bulan November. Akan tetapi, penampilan rawan kesalahan Ranocchia ditambah dua bek dengan usia 33 mengakibatkan lini belakang Inter kurang menjanjikan. Gasperini harus mempunyai rencana lain.

SERAP SKEMA ANYAR GASPERINI

Sosok gres di bench Inter dipastikan mempunyai pakem bagaimana sepakbola seharusnya dimainkan. Aksi penuh komitmen, bertenaga dan atraktif yang pernah diperlihatkannya bersama Genoa terperinci telah memikat hati banyak orang. Kualitas menyerupai inilah yang ingin ia terapkan di Pinetina.

Namun harus diingat, perjalanan kompetisi sangatlah panjang. Rintangan niscaya tiba menghadang dan kalau Gasperini ingin mengeluarkan potensi maksimal seluruh bintang Inter, ia harus mempunyai rencana kedua, tidak sekedar menyiapkan tumpuan 3-4-3 atau 4-3-3 saja. Tugas Gasperini bukan hanya mencari cara biar kemampuan Sneijder dan Eto’o bisa maksimal, tetapi ia juga harus pandai menentukan pemain sempurna yang bisa membantu melindungi sektor pertahanan ketika bermain melawan tim besar lengan berkuasa menyerupai AC Milan dan Juventus.

GALI POTENSI RICARDO ALVAREZ

Namanya gres saja beredar di Italia, tetapi kritisi sudah menghampiri pemain berbanderol €9.2 juta tersebut. Alvarez memang beberapa kali bisa menunjukkan agresi menawan, tetapi tidak jarang terlihat kesulitan melepaskan diri dari kawalan bek lawan.

Harapan Gasperini meraih sukses dengan tumpuan tiga striker bisa saja tergantung pada kemampuannya mempertebal confidence mantan bintang Velez Sarsfield ini, apalagi ketika tim harus berhadapan dengan raksasa-raksasa Italia menyerupai Juventus, Milan dan Napoli. Rasa percaya diri yang diperlihatkan Alvarez ketika Inter meladeni tim kecil Mezzocorona dirasa masih kurang.