Press "Enter" to skip to content

Terkini Penyesalan Stramaccioni Kehilangan Palacio

 
 

MILAN, KOMPAS.com – Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni sangat menyesal timnya kehilangan Rodrigo Palacio jelang laga Serie-A kontra Atalanta, Minggu (7/4/2013).

“Sayang, cedera otot Palacio membuatnya harus bolos lama. Saya tak sanggup menyampaikan seberapa lama, tetapi sebulan 10 hari lagi liga berakhir, jadi (kehilangan Palacio) itu pukulan telak,” tutur Stramaccioni, Sabtu (6/4/2013).

Palacio yang telah mencetak lima gol terakhir Inter di Serie-A, dibelit cedera otot paha, kala La Benemata melibas tuan rumah Sampdoria 2-0, Rabu (3/4/2013). Dalam laga itu, Palacio memborong dua gol kemenangan Inter. Cedera itu diperkirakan butuh sebulan untuk sembuh total.

“Saya membaca beberapa koran yang memberitakan tim medis berharap ia kembali secepatnya. Tetapi, itu bukan persoalan sebenarnya. Tanpanya, kami masih mempunyai duet lini depan atau (memakai) satu striker,” tegas Stramaccioni.

Selain Palacio, Strama juga kehilangan Diego Milito yang notabene juga striker dari Argentina. Eks bomber Genoa dan Real Zaragoza itu harus menepi enam bulan akhir cedera lutut.

Stramaccioni sanggup saja memasangkan Antonio Cassano dengan Tommaso Rocchi, eks striker Lazio yang telah 14 bulan tak mencetak gol. Keduanya telah dipadukan ketika sesi latihan.

“Rocchi yaitu tipikal pemain kotak penalti, sementara Cassano punya karakteristik berbeda. Kami sanggup menentukan sebuah sistem dan akan mengevaluasi keadaannya. Rocchi selalu berlatih keras, tiba di Inter sehabis usang bolos akhir cedera, dan kembali sepenuhnya bugar dengan lambat,” papar Strama.

“Ia akan siap ketika dibutuhkan dan pengalamannya tentu akan mempunyai kegunaan bagi kami,” sambungnya.

Rumor lainnya, Stramaccioni juga menyiapkan komposisi pemain tanpa striker murni, menyerupai yang dipopulerkan timnas Spanyol di Euro Ukraina-Polandia 2012.

“Melawan Atalanta tak bakal mudah, ketika mereka tiba dengan percaya diri dan sehabis kami menjalani laga ketat melawan Juventus dan Sampdoria. Kami harus menghormati lawan, tetapi tetap dengan rasa lapar dan ambisi menang. Kami ingin meraih kemenangan lagi di kandang,” kata Strama.