Press "Enter" to skip to content

Terkini Moratti Masih ‘Merenung’ Cari Solusi

 

Milan – Selama Massimo Moratti memimpin Inter, gres kali ini Inter hingga finis nomor sembilan di Serie A. Sang pemilik klub mengaku masih menciptakan refleksi-refleksi untuk menatap isu terkini depan.

Musim ini telah menjadi isu terkini paling kelam dalam sejarah Inter terutama di kurun Moratti. Sebelum ini, posisi terburuk La Beneamata yaitu peringkat kedelapan di isu terkini 1998/1999.

Enambelas kekalahan pun sebuah catatan terburuk klub itu semenjak format 20 klub digunakan. Mereka memang pernah kalah 19 kali dalam satu musim, tapi ketika itu Liga Italia masih diikuti 21 tim di isu terkini 1947/1948.

Keburukan lain yaitu tujuh kekalahan di sangkar sendiri. Ini lebih jelek dari rekor di isu terkini 1955/1956 dengan enam kekalahan

“Apakah angka-angka itu dituliskan semoga yummy dibaca? Kita tak dapat menghindarinya. Aku sendiri menyadarinya kok,” tutur Moratti ketika bertemu pers di markasnya, Selasa (21/5/2013) pagi waktu setempat.

Salah satu pembahasan yang utama yaitu kemungkinan mengganti instruktur Andrea Stramaccioni. Meski beberapa kali menyampaikan ingin mempertahankan instruktur 37 tahun itu, tapi sebagian kalangan tidak terlalu memercayainya.

“Saya belum bicara dengan beliau atau siapapun. Kita lihat nanti. Setelah ini saya punya banyak waktu untuk menuntaskan masalah-masalah ini,” tukasnya, dikutip dari situs resmi Inter.

“Saya akan berpikir usang dan panjang untuk melaksanakan apa yang harus dilakukan. Seperti hal-hal yang lain, ini yaitu sebuah masa di mana saya sedang mencari solusi.”

“Saya tidak bilang bahwa saya telah berubah pikiran perihal pelatih. Yang sedang saya coba lakukan yaitu mempertimbangkan apa yang terjadi, sehingga dapat melihat apa yang gotong royong terbaik untuk Inter di masa ibarat kini ini,” simpulnya.

Moratti mulai menjadi presiden Inter semenjak tahun 1995. Di bawah kepemimpinannya tim tersebut memenangi lima titel Serie A, empat Coppa Italia, empat Piala Super Italia, satu Piala UEFA, satu trofi Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.