Press "Enter" to skip to content

Terkini Moratti Duga Ada Skenario Anti-Inter

MILAN, KOMPAS.com — Presiden Inter Milan Massimo Moratti menuduh para pengadil lapangan Serie-A melaksanakan tugasnya untuk melawan klubnya.

Hal itu diungkapkan Moratti sesudah I Nerazzurri dipermalukan Atalanta 3-4 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (7/4/2013).

“Saya belum mengubah pikiran saya, tak duduk perkara apakah saya murka atau tidak,” ucap Moratti, Senin (8/4/2013).

“Saya tak berpikir apakah saya harus menjelaskan semuanya dengan lebih jelas, yang harus Anda lakukan apakah bagaimana kompetisi ini berjalan, khususnya dengan apa yang telah kami alami,” tegasnya.

Inter sempat unggul 3-1 atas Atalanta dalam sabung pekan ke-31 itu.

Namun, wasit Andrea Gervasoni lalu menghadiahkan tendangan penalti kepada I Orobici sesudah Andrea Ranocchia dinilai melaksanakan pelanggaran di kotak terlarang.

German Denis sukses memperdaya Samir Handanovic dan hingga pertandingan berakhir striker Atalanta itu memborong dua gol lainnya. Atalanta pun membalikkan keadaan dan sukses menang 4-3.

Tak kurang Pelatih Andrea Stramaccioni geram terhadap kepemimpinan dan keputusan penalti Gervasoni untuk Atalanta. Strama menilai pelanggaran Ranocchia itu tak pernah ada, begitu pula dengan keputusan penalti itu.

“Di mana ada keraguan soal penalti untuk (pelanggaran) Tommaso Rocchi, keputusan (penalti) itu tak diberikan. Ketika ada keraguan soal keputusan non-penalti, itu yang ditimpakan kepada kami,” papar Moratti.

“Kami tak pernah diberi tendangan penalti selama 21 pertandingan,” tandas konglomerat perminyakan Italia tersebut.

Media pun menanyakan kemungkinan apakah Inter akan menurunkan tim mudanya dalam sisa pertandingan Serie-A di ketika peluang La Beneamata merebut peringkat ketiga makin tipis.

“Menurunkan pemain Primavera? Tidak,” kata Moratti sembari tertawa.

“Kami tak ingin membantu mereka lagi. Selamat tinggal Liga Champions? Ya, saya berpikir demikian,” ujarnya.

Kontroversi makin merebak sesudah Inter merilis wawancara dengan Paolo Bonolis, seorang Interisti yang juga presenter kondang di Negeri Spageti.

Dalam interview dengan Inter Channel, Bonolis mengklaim Inter jadi korban semoga seteru sekotanya, AC Milan, sanggup finis pada posisi setinggi mungkin di Serie-A dan mengantongi tiket ke Liga Champions.

“Saya bukan Bonolis, terserah kepadanya untuk merespons. Setiap orang punya opini masing-masing, ini negara merdeka. Saya punya pendapat sendiri atas kerusakan konstan yang memengaruhi kami,” ulas Moratti.