Press "Enter" to skip to content

Terkini Mereka Yang Telah Menawarkan Segalanya (Treble Story)

Tanpa mengurangi rasa gembira dan terima kasih teruntuk skuad 2009-10 Viera, Quaresma, Mancini, Suazo dan Orlandoni Serta beberapa pemain muda.

Berikut ialah mereka yang menjadi hero atas kesuksesan Inter meraih Trebel Winners di animo 2009-10.

Tidak sanggup disangkal, hasrat Moratti untuk merajai eropa jadinya di jawab dengan tepat oleh Mourinho. Setelah beberapa animo menjadi raja di dalam negeri,akhirnya Inter bisa menginjakkan kaki di final sehabis menunggu 38 tahun.

Perjalanan berliku harus dilalui IL Nerazzurri untuk menggapai puncak kejayaan. Mengakhirnya animo 2008-09 dengan gelar Campione d’italia, Inter kembali berbenah demi menyongsong animo depan.

Demi memperkuat tim, D. Milito dan T. Motta didatangkan semenjak awal jendela transfer dibuka.

Tur pra animo ke negara Paman Sam tidak mengurangi geliat tim di pasar transfer. Inter mendatangkan Lucio seorang bek tangguh untuk memperkuat lini belakang, kemudian tiba Eto’o diakhir bulan juli ditambah beberapa pembelian pemain muda dan kembalinya pemain dari masa peminjaman.

Mendekati penutupan jendela transfer, Mourinho menerima hadiah glamor dengan bergabungnya Sneijder dari Real Madrid.

Sejak kedatangan meneer ini, Muo kembali menemukan tipe pemain yang bisa mengatur tempo permainan dengan kontrol bola dan akurasi passing sempurna, kemampuannya mengeksekusi free kick menjadi laba tersendiri bagi tim. Ya, hijrahnya Imbarhimovic ke Barcelona sempat menciptakan Inter kehilangan poros permainan, bagaimana tidak, semenjak animo 2006-07 Ibra cadabra kolam sentra permainan tim, ia tidak hanya bertugas mencetak gol namun juga pemberi assist dan pengatur permainan tim.

Selain Ibra, Inter juga kehilangan beberapa pemain diantaranya: Adriano, Crespo, dan Cruz yang merupakan penggalan dari kesuksesaan tim merajai Italia ditambah Pensiunnya pemain yang menyatakan “lebih menentukan jadi legenda Inter dari pada klub-klub sebelumnya”.

Gong animo gres telah dibunyikan, Inter memulai pertandingan resmi perdananya di China ketika bersua Lazio di partai Super Copa Italia.

Start Inter di Serie A tidak bisa dikatakan manis alasannya ialah hanya bermain imbang versus Bari. Sinar kesuksesan itu gres terbit di pekan kedua , grande partita antara Ac Milan vs Inter bertajuk Derby Della Madoninna ini berkesudahan 0-4 bagi tim tamu. Beberapa catatan tercipta dimana tiga gol pembuka Inter semenjak pekan pertama Serie A diciptakan oleh tiga pemain anyar. Milito dan Motta mencetak gol di derby pertamanya serta menjadi pekan perdana bagi Sneijder bermain di Serie A.

Memasuki pertengahan september, Inter harus melakoni pertandingan di Liga Champion. Hasil seri di tiga pertandingan menciptakan Mourinho sedikit gusar, melihat lawan yang dihadapi Inter sepatutnya meraih tujuh dari sembilan poin maksimal.

Match day ke empat menjadi sangat krusial, bila kalah maka besar kemungkinan Inter akan tersingkir di fase grup. Bertandang ke Lobanovsky Stadium, bayang tersingkir dini di Liga Champion semakin mendekati kenyataan, papan skor memperlihatkan menit ke 85 ketika skor pertandingan masih 1-0 untuk Kiev melalui gol Shevchenko. Akhirnya sehabis melalui usaha spartan, Milito berhasil menyamakan keadaan, tiga menit berselang keadaan berubah ketika Sneijder mencetak gol yang menciptakan Inter mengakhiri sabung dengan kemenangan. Inter memuncaki klasemen dengan poin 6 hasil dari tiga kali imbang dan sekali menang.

Di Match ke lima Inter harus takluk oleh Barcelona, di partai terakhir inter memastikan tiket ke babak 16 besar sehabis mempecundangi Rubin Kazan dua gol tanpa balas.

Serie A yang menyisakan tiga pekan terakhir di putaran pertama bertambah sibuk alasannya ialah Inter harus berjuang di babak 16 besar Copa Italia, gol tunggal Sneijder ke gawang Livorno menciptakan Inter melangkah ke perempat final menantang Juventus. Inter jadinya mencapai final sehabis menumbangkan Juventus dan Fiorentina masing-masing di babak perempat final dan semifinal. As Roma merupakan lawan Inter dipartai puncak copa.

Memasuki simpulan tahun kompetisi di Italia libur hingga awal tahun depan. Pada masa ini jendela transfer animo masbodoh dibuka. Sembari menganalisa kebutuhan tim, biasanya klub-klub eropa menghabiskan masa liburan dengan mengunjungi negara-negara beriklim tropis untuk melaksanakan latihan dan menjalani pertandingan persahabatan.

Mourinho mendatangkan pemain Lazio yaitu Pandev, pemain ini akan di plot sebagai penyerang sayap menemani Milito dan Eto’o.

Kedatangan Pandev untuk menambah daya gedor tim sehabis Mancini dan Quaresma gagal memperlihatkan permainan impresif semenjak animo lalu.

Inter melepas Viera ke Manchester City, posisinya di lini tengah diisi oleh Mcdonald Mariga.

Setengah perjalanan sudah dilalui, semenjak kompetisi dimulai tak ada yang memprediksi bahwa Inter akan meraih tiga gelar dalam semusim, hal itu terlalu tinggi. Di Serie A persaingan sengit terjadi antara Inter dan Roma. Inter tak pernah menang lawan Roma di Serie A, sehabis bermain imbang di Giuseppe Meazza kemudian mengalah 2-1 di Olimpico. Meski menang head to head tapi penampilan Roma tidak stabil di setiap pertandingan, mereka sering kalah melawan tim yang diatas kertas bisa mereka taklukkan.

Undian perdelapan final Liga Champion mempertemukan Mourinho dengan klub yang pernah dilatihnya.

First leg berlangsung menegangkan di Meazza, gol Milito berhasil disamakan oleh Kalou. Cambiasso menjadi penentu kemenangan Inter atas Chelsea. Namun, kiprah berat kembali dipikul Milito cs, selisih satu gol terlalu tipis untuk dikatakan aman. Inter setidaknya menahan imbang tuan rumah bila ingin lolos ke babak selanjutnya.

Leg kedua berlangsung cepat, Chelsea menguasai jalannya pertandingan tapi tak bisa mencetak gol hingga babak pertama usai. Prustasi alasannya ialah tak bisa membobol gawang Cesar, The Blues sedikit mengendorkan serangan alhasil Eto’o berhasil merubah skor menjadi 1-0 yang bertahan hingga peluit simpulan berbunyi. Inter lolos ke perempat final dengan aggregat 3-1 dan akan bersua CSKA Moskow.

Leg pertama perempat final Liga Champion Inter menang 1-0 berkat gol Milito. Sneijder jadi hero ketika freekick nya berhasil membobol gawang Akinpeev.

Inter kembali bertemu Barcelona di semifinal Liga Champion.

Bulan april ini aktivitas pertandingan sangat padat dan melelahkan, di Serie A merka harus menghadapi Derby D’Italia, di Copa Itali merka menjalani leg kedua semifinal versus Fiorentina, yang paling berat tentu tiga partai Liga Champion, sehabis menang di 2nd leg perempat final 6 April, Inter harus menghadapi Barcelona dua kali berturut di semifinal.

Kemenangan 2 gol tanpa balas atas Juventus, serta lolos kefinal Copa menawarkan senyum senang kepada pemain sebelum menjamu Barca.

1st Leg Uefa Champions League antara Internazionale vs Barcelona diwarnai meletusnya gunung di Islandia sehingga mengganggu kemudian lintas penerbangan eropa, alhasil Barcelona harus melalui jalan darat menuju kota Milan.

Pertandingan sarat gengsi dan emosional ini jadinya dimulai, Barcelona unggul cepat melalui pedro yang mendapatkan umpan matang Maxwell. Tidak ingin dipermalukan dikandang sendiri Inter menaikkan tempo permainan, alhasil Sneijder bisa menciptakan kedudukan kembali imbang hingga babak pertama berakhir.

Kedua tim tetap memainkan permainan terbuka di babak kedua, beberapa kali pemain terbaik dunia Leonel Messi berusaha mengancam pertahanan Inter namun selalu gagal. Lewat serangan balik kilat, Maicon berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 buat Inter. Barcelona semakin kasar untuk mengejar ketertinggalannya namun selalu sanggup digagalkan oleh pemain Inter, keasikan menyerang menciptakan pertahanan Brca kembali rapuh, terbukti di menit 61 Inter jadinya menghempaskan juara bertahan.

Delapan hari pasca kekalahan 1-3 di Itali, Barcelona ganti menjamu La Beneamata. Pertandingan dimulai dan Inter tampak dalam tekanan, tak berapa usang sedikit terjadi keributan disisi lapangan, benar saja Sergio Bosquets tergeletak sehabis tersenggong tangan Thiago Motta. Berkat agresi yang populer dengan sebutan “Telenovela” Ciluk ba tersebut, Sergio berhasil mnengelabui korp wasit. Thiago Motta dikleuarkan dar pertandingan sehingga Inter harus menghadapi serbuan pemain Barca dengan sepuluh pemain.

Strategi parkir bus (bertahan total) pun diterapkian Inter, selain untuk menjaga keunggulan aggregat hal ini dilakukan alasannya ialah mereka hanya bermain dengan sepuluh orang melawan sang juara bertahan. Pique berhasil menjaringkan bola ke gawang Cesar namu gol tersebut tidak cukup untuk menghentikan langkah Inter di Final.

Luapan emosional dilakukan oleh hampir seluruh pemain, tampak beberapa pemain menangis. Mourinho tak ketinggalan melaksanakan selebrasi di Camp Nou meski sempat bersitegang dengan Valdes.

Inter jadinya bermain di partai puncak Liga Champion sehabis terakhir kali ditahun 1972.

Pekan ke 35 Serie A, Inter berhasil menggeser As Roma dari posisi satu klasemen sehabis berhasil mengalahkan Atalanta 3-1, sementara Roma keok di tangan Sampdoria. Inter memperoleh 73 poin atau dua angka lebih besar dari Roma, sebelumnya Inter selalu tertinggal satu poin dibelakang tim ibu kota dalam beberapa pekan.

Persaingan Inter dan Roma kembali tersaji di partai puncak Copa Italia (5 Mei 2010), pertandingan itu dimenangkan Inter dengan skor tipis 1-0, gol dicetak oleh Diego Milito.

Juara Copa Itali merupakan syarat pertama yang berhasil dilalui Inter untuk dalam usaha meraih tiga gelar.

Giornata 38 ialah pekan penentuan gelar scudetto antara Roma dan Inter, hingga beberapa ketika sebelum kick off Inter dengan poin 79 sedangkan Roma 77 poin.

Siena vs Inter dan Chievo vs Roma di giornata 38, memasuki menit ke 39 Roma memimpin 1-0 atas Chievo. Poin Roma dan Inter sama yaitu 80, Roma berada di puncak klasemen alasannya ialah unggul head to head melawan Inter.

Babak pertama berakhir 2-0 bagi Roma, pasukan serigala roma dan Romanisti siap berpesta bila pertandingan antara Siena vs Inter berakhir imbang. Di kubu lawan, bench diselimuti ketegangan alasannya ialah belum ada gejala akan tercipa gol diawal babak kedua, pun begitu Interisti yang menyaksikan eksklusif di stadiun maupun di layar beling mulai gelaisah menanti gol.

Di menit ke 56 solo run IL Capitano berhasil menembus pertahanan lawan, bola kemudian disodorkan kepada Milito, meski dalam posisi dikawal ketat oleh lawan namun IL Principe berhasil menggiring bola ke kotak penalti dan dengan sentuhan simpulan tepat bola mulus menuju pojok gawang lawan.

Gol tercipat menit 57, selebrasi Milito dan rekan-rekan menyambut gol tersebut sangat emosional, begitupun di pinggir lapangan dan di tribun stadiun. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta.

Pertandingan Chievo vs Roma tetap 0-2 hingga menit 90. Perjalanan kompetisi Serie A animo 2009-10 resmi berakhir, daftar tabel klasemen pun menempatkan Inter sebagai peraih scudetti dengan poin 82 sedangkan Roma harus puas berada di posisi dua dengan poin 80.

Ini merupakan scudetto ke 18 sepanjang sejarah klub dan Inter menyamai rekor klub asal kota Turin dengan meraih lima scidetto secara beruntun.

Campione D’Itali 2009-2010 ialah tropi kedua Inter, itu berarti tinggal satu tropi yang harus dimenangkan untuk melengkapi Treble Winners.

Kota Madrid ialah tuan rumah partai final Liga Champion animo 2009-10, Ibu Kota Negara Spanyol tersebut sementara waktu berganti warna menjadi Biru Hitam dan Merah sesuai warna jersey dua tim yang akan berlaga di partai puncak (22 Mei 2010) Internazionale vs Bayer Munchen.

Partai final ini berbeda dari kebiasaan sebelumnya alasannya ialah dilaksanakan pada simpulan pekan, dengan pertimbangan bahwa sepakbola bisa dinikmati semua golongan baik itu belum dewasa maupun orang sampaumur dimana penyelenggaraannya bisa menjadi tujuan wisata dihari libur sehingga tidak mengganggu rutinitas kerja.

Stadium Santiago Bernabeu siap jadi saksi dua tim yang sama-sama berhasrat meraih gelar ketiganya animo tersebut. Munchen memenangi DFB Vokal dan Bundesliga 2009-10 menghadapi Internazionale dengan koleksi Copa Italiana dan Campione D’Itali 2009-10.

Semua pecinta bola tak ingin ketinggalan ambil penggalan dengan mengadakan nonton bareng disetiap sudut kota.

Pertandingan yang sisaksikan oleh 80.354 penonton di Santiago Bernabeu dan dipimpin oleh wasit asal Inggris, Howard Webb berakhir dengan kemanangan tim asal Italia. Internazionale menang 2-0 atas Munchen, kedua gol Inter dicetak oleh Diego Alberto Milito masing-masing pada menit ke 35 dan 70.

Inter berhasil meraih gelar ketiganya di liga para raja eropa dan menasbihkan mereka jadi klub ke enam yang bisa meraih tiga tropi dalam satu musim.

Berikut Starting Eleven Inter:
Kiper: 12 Julio Cesar

Bek: 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 26 Chivu

Gelandang: 19 Cambiasso, 4 J. Zanetti, 10 Wesley Sneijder

Penyerang: 27 Pandev, 9 Eto’o, 22 D. Milito

Subtitusi in: Stankovic, Muntari, Materazzi

Cadangan: 1 Toldo, 2 Cordoba, 23 Materazzi, 5 Stankovic, 11 Muntari, 17 Mariga, 45 Balotelli

Pelatih: Jose Mourinho

Ending ceritanya ialah bagaimana satu persatu kita harus merelakan mereka, kehidupan takkan berhenti di satu titik terus menerus, ia akan bergerak dan mungkin akan kembali. Berbeda dengan waktu, ia takkan pernah kembali pada satu keadaan yang sama…

Mereka hijrah ke klub lain atau pensiun itu ialah penggalan dari sepak bola, merekapun akan kembali dalam keadaan berbeda juga penggalan dari olahraga ini.

Jangan pernah menyalahkan siapapun alasannya ialah mustahil semuanya harus berakhir disini.

Daftar urut hero 2009-10 yang tidak lagi mengisi skuad Inter:

1. Jose Murinho (Real Madrid)
2. F. Toldo (Pensiun)
3. Santon (Newcastle)
4. Balotelli (M. City)
5. Pandev (Napoli)
6. Motta (PSG)
7. Materazzi (Putus Kontrak)
8. Eto’o (Anzhi)
9. Muntari (Milan)
10. Maicon (M. City)
11. Cesar (QPR)
12. Cordoba (Pensiun)
13. Lucio (Juve)
14. Sneijder (Galatasaray)
15. Stankovic

Nerazzurro Sei Tutto Per Noi

sumber: FP Internazionale MilanFC