Press "Enter" to skip to content

Terkini Massimo Moratti Boikot La Gazzetta Dello Sport

Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, tak mau lagi membeli surat kabar La Gazzetta dello Sport.

Alasannya, meski berbasis di Kota Milan, media berformat tabloid yang dijuluki dengan surat kabar pink sebab dicetak pada kertas berwarna tersebut itu dianggap mengeluarkan laporan-laporan yang menyudutkan Il Biscione terkait perkembangan calciopoli 2006.

Koran yang oplah hariannya mencapai lebih dari 400.000 eksemplar itu termasuk salah satu media yang mendorong Inter supaya mengembalikan scudetto 2006, tapi Moratti yakin artikel-artikel di La Gazzetta merupakan bentuk propaganda dari pihak lain untuk menjatuhkan Inter.

“Saya tak menduga akan ditinggalkan oleh teman-teman di kota kami sendiri, oleh sebuah surat kabar yang telah usang berusaha menentang kami,” katanya di Inter Channel.

“Mereka bertentangan dengan kami, yang berarti memihak orang lain.”

“Saya biasa membaca surat kabar pink itu, tapi sayangnya kini saya harus berhenti melakukannya sebab serangan mereka begitu terdeterminasi, keras, dan dikalkulasi sehingga akan menjadikan perasaan buruk bagi saya kalau terus menderita ibarat ini.”

“Ini [laporan La Gazzetta] bukan murni sebuah bentuk opini, tapi agenda politik yang diperhitungkan. Mereka bebas menyampaikan hal-hal itu, ibarat juga kami yang bebas untuk tidak membeli koran mereka.”

Moratti juga amat menyayangkan tuduhan yang muncul belakangan ini yang menyebut Inter juga terlibat calciopoli. Ia pun menegaskan siap berjuang demi Nerazzurri dan para suporternya.

Bukti-bukti yang memberatkan Inter berupa penyadapan telepon antara mantan presiden Giacinto Facchetti, yang telah berpulang pada September 2006, dan sejumlah koordinator wasit FIGC.

“Scudetto itu dapat dibilang duduk kasus sekunder sekarang, meski kami akan berjuang mempertahankannya. Yang benar-benar tak saya duga yakni serangan terhadap seseorang yang sudah tiada dan tak dapat lagi membela diri.”

“Saya merasakannya sebagai sesuatu yang sangat buruk, sebab kita semua mengenal Giacinto dan betapa jujurnya dia. Ini serangan buruk dari institusi. Saya tahu kami tak terbiasa mempunyai banyak sahabat di sepakbola.”

Kabar sebelumnya menyebut Moratti akan turun dari dingklik kekuasaannya di Giuseppe Meazza kalau Inter hingga harus mengembalikan scudetto 2006, namun ia membantahnya.

“Saya siap berjuang demi Inter dan fans, itulah kenapa wangsit meninggalkan klub atau berperan sebagai korban tak pernah terlintas dalam pikiran saya. Ini yakni momen-momen terbaik bagi Inter.”