Press "Enter" to skip to content

Terkini Kilas Balik: Akibat Liga Champions 2010 – Dua Gol Diego Milito Bawa Inter Milan Lumat Bayern Munich

Tak  perlu heran jikalau sebelum pertandingan final Liga Champions  Terkini KILAS BALIK: Final Liga Champions 2010 - Dua Gol Diego Milito Bawa Inter Milan Lumat Bayern Munich

Final Liga Champions 2010
22 Mei 2010
Stadion Santiago Bernabeu, Madrid
Wasit: Howard Webb
Penonton: 73.170 orang

Bayern Muenchen 0-2 Internazionale FC
Diego Milito 35, 70


Susunan Pemain:

FC BAYERN MUNICH
22 – Hans-Jörg Butt
21 – Philipp Lahm
5  – Daniel Van Buyten
6  – Martín Demichelis
28 – Holger Badstuber
17 – Mark van Bommel (c)
31 – Bastian Schweinsteiger
10 – Arjen Robben
8  – Hamit Altintop / 18 – Miroslav Klose (63′)
25 – Thomas Müller
11 – Ivica Olic / 33 – Mario Gomez (74)

FC INTERNAZIONALE
12 – Júlio César
13 – Maicon
6  – Lúcio
25 – Walter Samuel
26 – Cristian Chivu / 5 – Dejan Stankovic (68)
4  – Javier Zanetti (c)
19 – Esteban Cambiasso
10 – Wesley Sneijder
9  – Samuel Eto’o
22 – Diego Milito / 23 – Marco Materazzi (90+2)
27 – Goran Pandev / 11 – Sulley Muntari

Tak perlu heran jikalau sebelum pertandingan final Liga Champions 2010 fans Inter dengan sigapnya membentangkan tifo berskala raksasa bertuliskan ‘E Ora Insieme Coroniamo Il Sogno’ atau kurang lebih berarti; dan sekarang, bersama kita wujudkan mimpi. Berstatus pemegang gelar juara Italia selama lima tahun beruntun tak ada artinya jikalau Inter gagal meraih trofi kompetisi antar klub paling elit di Eropa, Liga Champions.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut Massimo Moratti rela membuka buku cek dan mengakibatkan Jose Mourinho sebagai instruktur dengan bayaran tertinggi di Italia. Konon, honor yang diterima The Special One ketika itu masih lebih besar jikalau honor pelatih-pelatih tim Serie A lainnya digabungkan.

Namun pengorbanan dan penantian panjang sang presiden tidak sia-sia. Pelatih jenius asal Portugal itu alhasil bisa menghadirkan kejayaan bagi I Nerazzurri tepat di tahun keduanya bersama klub.

Tak  perlu heran jikalau sebelum pertandingan final Liga Champions  Terkini KILAS BALIK: Final Liga Champions 2010 - Dua Gol Diego Milito Bawa Inter Milan Lumat Bayern Munich

Final Liga Champions 2010 memang sarat gengsi. Bayern dan Inter sama-sama mengejar status treble atau tiga gelar dalam satu musim. Bagi Inter, rekor tersebut akan menyempurnakan penantian panjang mereka sebagai yang terbaik di Eropa yang sudah berlangsung semenjak pertengahan 60an. Tidak ketinggalan, Inter berambisi menjadi tim Italia pertama yang bisa membungkus tiga gelar bergengsi domestik dan Eropa dalam satu musim.

Di pihak lain, Bayern berharap bisa merampungkan dahaga gelar di Eropa yang sudah berjalan nyaris satu dekade. Pelatih kawakan Louis van Gaal menjadi komandan dalam misi ini. Sayang skuad Bavaria harus tampil tanpa gelandang kreatif Frank Ribery.

Berikut beberapa fakta menarik jelang final Piala Champions 2010:

1. Bayern dan Inter tengah mengejar status prestisius dengan mengamankan tiga gelar dalam satu musim.

2. Santiago Bernabeu menjadi lokasi paling sempurna bagi Wesley Sneijder dan Arjen Robben mempertunjukkan sihir yang dimiliki. Ironisnya, kedua bintang tersebut merupakan bintang yang tersingkir dari markas Real Madrid tersebut.

3. Selain pemain, di sektor instruktur terjadi reuni. Louis van Gaal dan Jose Mourinho pernah bekerja pundak membahu membangun Barcelona di pertengahan sampai selesai 90an.

4. Partai final Liga Champions 2010 merupakan pertandingan ke-700 bagi il Capitano Inter, Javier Zanetti.

5. Final Liga Champions 2010 ialah partai puncak ketiga di kompetisi Eropa bagi Samuel Eto’o. Dua sabuk gelar juara sebelumnya sudah ia genggam bersama Barcelona.

Kedua tim tampil cukup memukau di awal babak pertama. Meski Inter tampil dengan gugusan ‘menyerang’ justru sang juara Italia memasang taktik serangan balik, hal demikian menciptakan Bayern terlihat menguasai jalannya pertandingan.

Sementara itu di sisi lapangan, dua agresi berbeda diperlihatkan pelatih. Jose Mourinho tidak henti-hentinya bergerak dan menawarkan arahan khusus bagi para pemainnya di area yang di izinkan, sementara Louis van Gaal terpaku di dingklik cadangan.

Pada menit 35, pemain andalan La Beneamata Wesley Sneijder menjadi kreator di balik gol pertama yang dicetak Diego Milito. Umpan bagus sang playmaker diterima dengan baik Milito yang lalu melaksanakan sedikit gerakan tipuan terhadap kiper Hans-Jorg Butt sebelum mengarahkan bola ke arah gawang Bayern.

Kedudukan 1-0 bertahan sampai babak pertama usai. Di awal interval kedua, juara Bundesliga Jerman itu nyaris menyamakan kedudukan, tetapi peluang emas Thomas Muller dipatahkan dengan gemilang kiper timnas Brasil, Julio Cesar.

Peluang demi peluang tidak lelahnya diciptakan kedua tim, namun tetap saja agresi Diego Milito di babak pertama yang menjadi pembeda kedua tim di babak pertama menciptakan fans Inter di Santiago Bernabeu tak henti-hentinya bernyanyi.

Di menit 70, Inter menambah keunggulan. Lagi-lagi Diego Milito menjadi tragedi fans Bayern. Mendapat umpan matang dari sisi lapangan, penyerang timnas Argentina itu tidak membuang peluang dengan mencetak gol keduanya pada pertandingan ini.

Tertinggal dua gol, Bayern Muenchen bereaksi. Louis van Gaal memasukkan Mario Gomez dan menarik Ivica Olic. Bayern harus melaksanakan sesuatu di ketika genting menyerupai ini. Tetapi agresi tersebut pribadi diberikan anti oleh Jose Mourinho dengan memasang gelandang bernaluri bertahan menyerupai Sulley Muntari dan mengistirahatkan Goran Pandev.

Jelang pertandingan berakhir, pemain Bayern terlihat frustrasi alasannya ialah mereka tetap saja gagal membongkar pertahanan Inter yang dikomandoi Lucio. Hingga pertandingan usai, skor selesai 2-0 tetap tidak berubah dan mengakibatkan Inter sebagai raja Eropa gres trend 2009/10.

Tak  perlu heran jikalau sebelum pertandingan final Liga Champions  Terkini KILAS BALIK: Final Liga Champions 2010 - Dua Gol Diego Milito Bawa Inter Milan Lumat Bayern Munich

Kesuksesan ini disambut emosional oleh Inter dan para pendukungnya. Jose Mourinho berlari ke arah para pemain untuk berpesta di tengah lapangan. Sementara itu pemandangan berbeda diperlihatkan kubu lawan. Pemain Bayern beserta staff ofisial membuatkan perasaan kecewa bersama para penggemarnya di sudut lapangan. Namun tetap saja usaha maksimal mereka menerima apresiasi faktual dari fans.

Dan akhirnya, teriakan suka cita tifosi Inter di seluruh dunia menyertai agresi kapten Inter Javier Zanetti mengangkat trofi Liga Champions yang sudah usang ditunggu kehadirannya di Giuseppe Meazza. Bisa dipastikan, trend 2009/10 ialah petualangan yang tidak akan pernah dilupakan para loyalis Inter.