Press "Enter" to skip to content

Terkini Inter Yang Nestapa Alasannya Yaitu Topan Cedera

Milan – Kesalahan taktik transfer bisa dibilang jadi penyebab menurunnya prestasi Inter Milan ekspresi dominan ini. Tapi satu hal lagi yang jadi faktor utama La Beneamata begitu jelek ekspresi dominan ini ialah angin puting-beliung cedera yang tak henti mendera.

Pergerakan transfer Inter di bawah kode Marco Branca sebagai administrator teknik memang tak begitu baik dalam 2-3 tahun terakhir dan mencapainya puncaknya ekspresi dominan ini. Ia melepas Julio Cesar, Wesley Sneijder, Giampaolo Pazzini, Coutinho serta beberapa pemain lainnya macam Maicon, Lucio dan Diego Forlan.

Lalu lalu ketiga pemain selain Cesar, justru tampil anggun dan bagaimana penggantinya? Terhitung cuma Antonio Cassano, Rodrigo Palacio dan Matteo Kovacic yang bisa mengatakan performanya.

Hal ini lalu yang menciptakan Inter sekarang terancam tak bisa lolos ke Eropa, baik itu Liga Europa maupun Liga Champions, alasannya ialah mereka sekarang tertinggal sembilan poin dari AC Milan di posisi ketiga.

Tapi selain lemahnya pergerakan di bursa transfer, satu hal lagi yang menciptakan Inter lalu melemah ialah banyaknya pemain yang bertumbangan ekspresi dominan ini alasannya ialah cedera.

Javier Zanetti dan Matias Silvestre ialah dua personil ‘Biru Hitam’ terakhir yang masuk ruang perawatan. Zanetti menderita cedera achilles tendon yang mengharuskan bolos selama delapan bulan, sementara Silvestre bermasalah di otot paha kanannya yang membuatnya bolos sampai simpulan musim.

Cederanya kedua pemain asal Argentina itu menciptakan Inter sudah kehilangan 15 pemain sepanjang ekspresi dominan ini dan sebagian besar mereka ialah pemain andalan Andrea Stramaccioni.

Ke-13 pemain lainnya ialah Diego Milito, Rodrigo Palacio, Antonio Cassano, Esteban Cambiasso, Yuto Nagatomo, Dejan Stankovic, Walter Gargano, Fredy Guarin, Walter Samuel, Gaby Mudingayi, Joel Obi, Ibrahima Mbaye dan Luca Castellazzi.

Selain Branca, orang yang paling tentu disalahkan atas cederanya para pemain ialah Kepala Tim Dokter, Franco Combi, alasannya ialah sebagian besar pemain itu mengalami cedera otot.