Press "Enter" to skip to content

Terkini Inter Ke Turin Cuma Ingin Menang

 Giampaolo Pazzini sudah mengatakan performa gemilangnya bersama Inter Milan meski belum  Terkini Inter ke Turin Cuma Ingin MenangMilan – Giampaolo Pazzini sudah mengatakan performa gemilangnya bersama Inter Milan meski belum genap sebulan bergabung. Sebuah performa harus ‘Pazzo’ lanjutkan ketika melakoni Derby d’Italia pertama dalam karirnya.

Pazzini ditarik Inter dari Sampdoria pada bursa transfer Januari kemarin. Di debutnya ketika melawan Palermo, ia jadi wangsit kemenangan 3-2 Nerazurri lewat dua gol dan satu agresi yang berbuah penalti.

Di tabrak melawan Bari ia mencetak gol kedua dalam kemenangan 3-0. Meski tak mencetak gol pada tabrak melawan AS Roma kemarin, namun Pazzini berhasil menciptakan Nicolas Burdisso melanggarnya di kotak penalti, yang kemudian berbuah penalti Samuel Eto’o dan kartu merah.

Sebuah impresi awal yang menciptakan Pazzini menyebut debutnya bersama Inter yaitu sebuah mimpi baginya. Sampai ketika ini pun penyerang 26 tahun itu masih tak percaya mengenai penampilan awalnya tersebut.

“Saya sangat gembira datang di klub yang merupakan juara Eropa dan Dunia. Selalu mencetak gol di tiga tabrak dan menerima penalti membuatku sangat besar hati sanggup memulai petualangan di Inter menyerupai ini,” ujar Pazzini Sky Sport Italia yang dilansir Football Italia.

“Perbedaan besar yang aku temukan di dalam ruang ganti yaitu rasa lapar akan kemenangan dari para pemain dan pelatih, dari mulai ketika bertandinga maupun berlatih. Anda akan melihat hal menyerupai ini dan sadar ini yaitu benar-benar klub besar yang ingin menggapai kesuksesan besar,” sambungnya.

Kini Pazzini jadinya sanggup bermain di klub besar macam Inter, sehabis banyak melewati karirnya di tim-tim menyerupai Atalanta, Fiorentina dan Sampdoria. Form bagusnya pun diperlukan sanggup ditunjukkan kembali ketika melakoni Bigmatch kontra Juventus, Senin (14/2/2011) dinihari WIB.

Apalagi La Beneamata tak akan diperkuat Diego Milito yang harus bolos selama sebulan. Jadilah Pazzini andalan di lini depan bersama Samuel Eto’o dan Wesley Sneijder.

“Jelas itu merupakan tabrak yang sulit, namun kami pergi Turin cuma ingin menang. Juga untuk Scudetto, itu tak bergantung seluruhnya pada kami alasannya yaitu Milan berada di atas. Namun Inter akan mencoba sampai akhir,” tuntas Pazzini.