Press "Enter" to skip to content

Terkini Fokus: Topan Cedera Menaklukkan Inter

Sukses tidaknya sebuah tim akan ditentukan oleh komposisi pemain Terkini FOKUS: Badai Cedera Menaklukkan Inter
Sukses tidaknya sebuah tim akan ditentukan oleh komposisi pemain, taktik juga kemapanan finansial klub tersebut, setidaknya demikian pandangan dari sebagian besar pengamat.

Ketiga faktor itu memang mempunyai efek penting. Bayangkan saja, tanpa pemberian finansial yang mumpuni, tim akan kelimpungan untuk membiayai operasional mereka sendiri. Sementara untuk faktor taktik dan komposisi pemain lebih bersifat teknis.

Khusus untuk Inter, faktor komposisi tim mempunyai imbas besar atas menurunnya performa mereka di demam isu ini. Pasalnya problem cedera memaksa instruktur Rafael Benitez tak dapat memainkan skuad terbaiknya.

Catat saja, mulai dari Douglas Maicon, Julio Cesar, Walter Samuel sampai Diego Milito kerap dipaksa bolos alasannya yakni problem pada salah satu bab badan mereka. Belum lagi hukuman skorsing, ibarat yang diterima Samuel Eto’o.

Menilik donasi pemain-pemain yang bolos ini untuk tim versi Castrol Index, Inter pantas merasa kehilangan pemain mereka itu.

Julio Cesar misalnya. Kiper asal Brasil itu menjadi penampil terbaik bagi Inter di bulan November. Bahkan bila dibandingkan bulan sebelumnya, peringkat Julio Cesar menanjak sampai 25 strip ke posisi 36. Hal itu tak lepas dari konsistensi dan efektifitas yang ditunjukkannya di bawah mistar gawang Inter. Bisa dibayangkan bila beliau absen.

Selain Julio Cesar, dua andalan Inter di sektor belakang, Walter Samuel dan Douglas Maicon, juga bolos alasannya yakni cedera. Padahal, dua pemain itu masuk dalam daftar lima besar pemain terbaik Inter versi Castrol Index.

Melihat ketajaman Inter di depangawang lawan, Inter sangat kehilangan absennya Eto’o. Sanksi skorsing yang diterimanya memaksa Inter harus menurunkan pemain lain yang tak maksimal dalam menggedor pertahanan lawan.

Eto’o menjadi pemain terbaik kedua Inter versi Castrol Index, disusul Wesley Sneijder.

Jika sudah begini, kebijaksanaan Rafael Benitez menjadi satu-satunya andalan untuk menutupi kekurangan itu. Tapi, bagaimana pun juga, Inter tetap butuh donasi pemain terbaik mereka, dan tak salah bila Inter mempunyai cita-cita besar melihat pemain terbaik mereka itu dapat kembali pulih dalam waktu dekat.

goal.com