Press "Enter" to skip to content

Terkini Figc: Hentikan Kompetisi Bukan Solusi (Skandal Scommessopoli)

 Gelombang penolakan terkait  saran Perdana Menteri Italia Terkini FIGC: Hentikan Kompetisi Bukan Solusi (skandal Scommessopoli)
ROMA Gelombang penolakan terkait saran Perdana Menteri Italia, Mario Monti, untuk menghentikan kompetisi Italia untuk sementara terus berdatangan. Kali ini, penolakan dilontarkan Federasi Sepakbola Italia (FIGC).

Beberapa ketika lalu, Monti sempat melontarkan komentar pribadinya terkait skandal Scommessopoli atau skandal judi dan pengaturan pertandingan yang tengah menimpa para pelaku sepakbola Italia. Sejauh ini, 19 pemain baik dari Serie A, B atau Lega Pro telah ditahan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Menyikapi skandal terbaru yang hanya berselang enam tahun dari terkuaknya skandal pengaturan pertandingan atau Calciopoli, Monti menyarankan semoga kompetisi Italia tidak boleh untuk sementara.

Namun, inspirasi asing Monti ini pribadi menerima penolakan dari banyak sekali kalangan. Setelah sebelumnya presiden klub Palermo, kali ini giliran Federasi Sepakbola Italia atau PSSI-nya Italia yang mengajukan penolakan atas inspirasi tersebut.

“Saya sepakat bahwa tak ada kompromi bagi mereka yang terbukti melaksanakan kecurangan. Tapi, menghentikan kompetisi (Liga), ini berarti mempermalukan seluruh elemen sepakbola, menghukum mereka yang lebih banyak didominasi bekerja dengan jujur. Yang paling utama, inspirasi itu akan menciptakan ribuan orang kehilangan pekerjaan,” tutur Presiden FIGC Giancarlo Abete dikutip Football-Italia, Rabu (30/5/2012).

“Di samping itu, pesepakbola professional ini tidak mendapatkan satu euro pun dari uang pembayar pajak. Hal ini didanai oleh sumber daya swasta dan pendapatan komersial. Justru, mereka membayar 1,1 juta euro per tahun kepada Pemerintah,” sambungnya.

“Kita semua harus berhati-hati, jangan hingga menciptakan orang-orang galau alasannya yaitu informasi ini. Sejauh ini, dana 64 juta euro yang diberikan pemerintah kepada Federasi (FIGC), dipakai sepenuhnya untuk sepakbola amatir, pengembangan usia muda, sekolah-sekolah sepakbola, system peradikan olahraga dan wasit yang mana kalau di total semuanya ada sekira 700.000 pertandingan dalam satu tahun,” imbuhnya. (fit)