Press "Enter" to skip to content

Terkini Dilema Inter Tak Sekadar Wasit

Inter yang dikumandangkan Massimo Moratti ternyata  tak lantas menciptakan eks instruktur Inter M Terkini  Masalah Inter Tak Sekadar Wasit

Wacana anti-Inter yang dikumandangkan Massimo Moratti ternyata tak lantas menciptakan eks instruktur Inter Milan, Luigi Simoni sepakat. Bahkan, Simoni meyakini mantan klubnya tak pantas menunjuk wasit sebagai “kambing hitam” atas prestasi jelek ekspresi dominan ini.

Amarah Moratti memuncak sesudah pertandingan kontra Atalanta, Minggu (7/4). Kala itu, wasit Andrea Gersavoni memberi hadiah penalti yang berujung gol kedua Atalanta. Pertandingan pun berakhir dengan kekalahan Javier Zanetti cs.

Sejatinya, Simoni tak memungkiri putusan kontroversial wasit kerap mewarnai perjalanan Inter ekspresi dominan ini. Tetap saja, prestasi jelek dinilai turut dilatari oleh komposisi skuad I Nerazzurri yang tidak mumpuni.

“Moratti tak seharusnya bersikap demikian. Dia telah berkecimpung di dunia sepak bola selama bertahun-tahun dan melalui masa sulit. Namun, ketika gagal memenagkan satupun gelar, ia juga kerap mendapatkan putusan wasit yang menguntungkan,” ungkap Simoni kepada FCInterNews.

“Dia tak hanya harus mengevaluasi kinerja wasit, tapi juga performa tim. Masalah Inter tak sekadar wasit. Skuad mereka juga bermasalah,” sambung Simoni.

Pada ekspresi dominan 1997/98, Simoni sempat mengalami memori tak menyenangkan terkait wasit. Saat itu, ia menangani Inter dan berpeluang menggapai Scudetto. Namun, pada partai kontra Juventus pekan ke-31, wasit tak memberi hadiah penalti untuk Inter ketika Ronaldo dilanggar di kotak terlarang. Alhasil, Juventus menang 1-0 dan Inter harus mengubur mimpi juara pada final kompetisi.

“Saya tidak pernah melihat Moratti murka besar menyerupai ini. Dia juga sempat mengalami insiden dengan Juventus pada 1998. Namun, ketika itu, aku melihat kemarahannya tak sebesar sekarang,” papar Simoni. (Anju)