Press "Enter" to skip to content

Terkini Biografi Javier Zanetti: Captain And Gentleman – Chapter Nine: Intersolidarity

CHAPTER NINE

INTERSOLIDARITY

Saya tentu saja bukan satu-satunya orang yang merasa bahwa Inter yaitu klub istimewa. Massimo Moratti, presiden klub ini, yaitu orang nomor satu yang pantas diberi ucapan terima kasih, ia mempunyai huruf yang jarang ditemukan dalam dunia sepakbola. Jika saya menjadi simbol Inter, semua yaitu alasannya yaitu Moratti. Dia selalu menciptakan saya merasa menyerupai di rumah, ia selalu mendorong saya, dan lebih dari semuanya, bersama dengan Giacinto Facchetti, Moratti mengajarkan nilai-nilai di luar sekedar bermain sepakbola. Moratti yaitu seorang yang rendah hati dan selalu ada bagi orang lain : ketika orang-orang berkata bahwa Moratti sudah menyerupai ayah bagi hampir semua pemain, itu bukanlah pernyataan kosong semata.

Di antara saya dan Moratti, ada satu kekerabatan yang kuat. Kadang saya berbicara dengannya dalam bahasa yang santai, dan di waktu yang lain saya akan berbicara dalam bahasa yang resmi, tergantung dari kondisi ketika itu : sehabis hampir 15 tahun kami saling mengenal satu sama lain, saya masih begitu bersemangat setiap kali berbicara dengan Moratti. Kenyataan bahwa Moratti menempatkan saya dalam daftar kapten terhebat Inter menciptakan saya merasa begitu puas dan bangga. Artinya, saya telah meninggalkan sesuatu untuk diingat dan saya harap ini tidak hanya ketika sedang di lapangan.

Rasa terima kasih saya untuk Moratti, beberapa proyek kemanusiaan telah dijalankan. Inter selalu menjadi yang pertama ketika diminta untuk membantu mereka yang membutuhkan. Ini yaitu sebuah perilaku yang  juga sanggup dilihat pada banyak pemain Inter. Ketika tiba di Inter, kapten kami ketika itu yaitu Beppe Bergomi, yang  mengajarkan bahwa melalui sepakbola, saya sanggup meraih banyak hal melalui popularitas yang kami punya. Lo Zio segera mengikutsertakan saya dalam kegiatan yang dibuat beberapa tahun sebelumnya : I Bindun, sebuah organisasi yang telah berjuang selama beberapa tahun untuk memperlihatkan senyuman bagi mereka yang tidak mendapatkan banyak hal baik dalam kehidupan. Tujuan utama dari organisasi ini yaitu menggalang dana untuk membangun rumah selamat tiba bagi bawah umur kurang beruntung. Sebuah ide yang terinspirasi dari rumah yang mengatakan masa depan bagi orang-orang, mengingatkan saya pada kenangan lama. Saya sama sekali tidak ragu dan mulai bergabung dengan I Bindun meskipun saya yaitu orang yang paling final masuk, dan bekerjsama belum begitu mengerti wacana kehidupan di Italia. Dari situ, saya mendapatkan apa yang saya butuhkan untuk membentuk PUPI Foundation, beberapa tahun kemudian.. Tentu saja, berada bersama Inter banyak membantu saya untuk menjadi seseorang yang lebih peka pada banyak sekali macam hal, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan anak-anak.

Pengalaman bersama I Bindun hanya merupakan langkah awal. Keluarga besar Inter telah berjuang untuk banyak sekali macam kasus, dan kami, sebagai pemain, gembira menjadi bab dari sebuah tim yang ketika sedang di luar lapangan, hampir selalu menjadi yang pertama dalam memperlihatkan solidaritas. Sebuah solidaritas tidak pernah menyombongkan diri, tetapi terbentuk dari tindakan kecil dan sederhana yang benar-benar sanggup mengatakan bantuan untuk memperbaiki hidup mereka yang setiap hari berjuang menghadapi kesulitan demi kesulitan. Melalui popularitas, kesuksesan, dan penghasilan, kami sebagai pemain sepakbola mempunyai tanggung jawab untuk selalu siap sedia membantu orang lain. Tanggung jawab itu juga menjadi sebuah kebahagiaan : karena tidak ada hal lain yang lebih indah daripada ketika kita sanggup membawa senyum bagi orang lain.

Saya gembira menjadi Kapten dari sebuah tim yang selama satu tahun mendukung organisasi Emergency, yang mana Gino Strada, sang presiden dan juga teman saya, yaitu seorang dokter yang selalu mengunjungi untuk membantu tempat-tempat di seluruh dunia yang telah hancur oleh alasannya yaitu perang. Saya gembira alasannya yaitu Inter selalu hadir di setiap penggalan dunia melalui Inter Campus-nya, sebuah sarana yang telah memberi kesempatan pada lebih dari 20.000 anak berusia antara 8-13 tahun untuk sanggup bermain sepakbola, dan yang lebih penting, mereka sanggup bertumbuh tidak hanya dengan nilai-nilai sepakbola namun juga dengan nilai-nilai lain yang akan memperkaya hidup mereka.

Saya pun merasa tersanjung kalau beberapa waktu kemarin dipilih sebagai duta untuk Special Olympics, sebuah kegiatan latihan internasional yang mengatakan kesempatan bagi lebih dari 1.000.000 orang yang mengalami kelainan mental untuk sanggup berolahraga dan ambil bab dalam kompetisi. Ini yaitu satu pengalaman lain yang begitu luar biasa dan menyentuh hati saya. Bagi kebanyakan orang, kami, para pesepakbola, yaitu panutan , contoh; dan kiprah untuk kami sanggup hadir mengatakan terang dalam kehidupan orang-orang, yaitu satu hal yang dilarang dilupakan.

Di antara begitu banyak kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Inter, yang paling tidak terlupakan yaitu tentu saja proyek yang berkaitan dengan Zapatista dan pemimpinnya, Marcos. Banyak orang telah melihat proyek ini, dibuat pada tahun 2004, dari sisi negatif, terlihat bahwa Moratti dan Inter menyerupai mendukung adanya perang. Ide dari kegiatan ini bekerjsama yaitu sangat sederhana dan mulia : menggalang dana untuk membangun sebuah terowongan di desa Zinacantan yang telah dihancurkan oleh kelompok militer, juga untuk mengirim obat-obatan dan membeli ambulan untuk komunitas yang tinggal di tempat perbatasan antara Meksiko dan Guatemala. Sepertinya sah-sah saja bagi kami untuk membantu kelompok Chiapas : solidaritas tidak memandang warna, agama, dan paham politik. Kelompok-kelompok ini berjuang untuk menciptakan budaya mereka diakui. Saya percaya, menyerupai isi surat yang pertama kali kami tulis untuk Marcos, bahwa dunia yang lebih baik bukanlah dunia yang diisi dengan globalisasi,  namun yang kaya dengan tradisi dan kelompok-kelompok yang berbeda. Marcos berjuang untuk mengembalikan hidup dan martabat populasi orang-orang Kolombia di Meksiko; ia yaitu pejuang bagi mereka yang sudah kalah di bumi ini, pejuang bagi mereka yang terlupakan, dan mereka yang tidak dianggap meskipun mereka tidak pernah menyerah. Inisiatif ini melibatkan setiap orang. Kami harus membayar denda setiap kali terlambat tiba latihan, dan uang tersebut akan dikumpulkan sebagai dana untuk membantu orang-orang di Chiapas. Saya teringat akan surat-surat dari Marcos yang dikirim untuk Inter, khususnya pada gambar Marcos ketika mengenakan topeng passamontagna sambil memegang jersey nomor 4 saya di tangannya. Saya tidak pernah mempunyai kesempatan untuk mengenalnya secara pribadi, namun dari kata-katanya memperlihatkan betapa cerdasnya Marcos. <<*Brothers Players*>>, begitu Marcos menulis dalam surat pertama, di mana ia berterima kasihkepada Inter untuk dukungan yang diberikan <<*kami mengundang kalian tiba ke tanah kami untuk membuatkan pemikiran dan pengalaman*>>. Dua ahad kemudian, Marcos menulis lagi, meminta Moratti tiba dan menantang tim nasional dari Zapatista Army of National Liberation (EZLN). <<*Kami mempunyai pemikiran untuk membentuk Coppa Pozol de Barro : tujuh pertandingan untuk mengumpulkan dana bagi masyarakat pribumi, bagi para imigran illegal, maupun untuk kondisi-kondisi lain. Pertandingan  akan diadakan di stadion Olympic kota Meksiko, di Guadalajara, di Los Angeles, di bersahabat sentra militer Amerika di Guantanamo, di Milan, di Roma, dan di tempat Basque. Jika Anda setuju, EZLN ingin memainkan pertandingan di kota Meksiko, dengan diwasiti oleh Diego Armando Maradona.. Hakim garisnya yaitu Javier Aguirre dan Jorge Valdano. Official keempat yaitu Socrates. Komentator siaran pribadi untuk Sistema Zapatista di Televisione Interglattica sanggup diambil oleh penulis Uruguay, Eduardo Galeano dan Mario Benedetti*>>. Pada final surat, semuanya menjadi semakin serius. <<*Motivasi sesungguhnya mengapa saya menulis surat ini yaitu berbeda. Saya ingin berterima kasih kepada Inter sekali lagi, begitu juga para fans, untuk cinta, kasih sayang, dan dukungan yang telah diberikan pada kami*>>. Pertandingan itu, bekerjsama tidak perlu dikatakan, tidak pernah terjadi. Namun jikalau suatu hari harus bermain, saya tidak akan keberatan untuk memainkannya. Jika ini membawa sebuah imbas yang baik, saya akan sangat senang untuk sanggup bermain di Chiapas : menendang bola tidak pernah membahayakan bagi setiap orang, tetapi justru telah melahirkan selebrasi, kerjasama, dan persaudaraan.

Warna hitam-biru juga mendukung usaha melawan lalat tse-tse, serangga yang telah menjadikan penyakit tidur di Afrika, khususnya di Kongo. Pada awalnya kami berpikir ini hanya sebuah bercandaan ketika pada tahun 2007, Inter mendapatkan sebuah surat dari seorang dokter yang menjelaskan bahwa warna hitam-biru sanggup mensugesti lalat tersebut. Setelah mengetahui bukti-bukti ilmiah, Inter mendapatkan anjuran untuk mengatakan sumbangan dengan antusiasme yang besar. Bersama dengan Atalanta yang mempunyai warna pujian sama dengan Inter, 213 jebakan hitam-biru sanggup membasmi 50 lalat tse-tse dalam satu hari. Sebuah kemenangan yang lain untuk solidaritas Inter, la mas digna, menyerupai yang pernah dideskripsikan oleh Marcos.

Tidak ada hal lain yang lebih indah daripada mengatakan pertolongan, di mana pun, dengan cara apa pun, memakai apa saja yang kita miliki.

* * *