Press "Enter" to skip to content

Terkini Aroma Balas Dendam Duel Derby D’italia

VIVAbola – Duel sengit tersaji simpulan pekan ini. Dua tim terbaik Italia, Inter Milan dan Juventus akan berduel dalam adu bertajuk Derby d’Italia di Giuseppe Meazza dalam lanjutan Serie A, Sabtu 30 Maret 2013.

Meski kedua tim berambisi meraih poin penuh, namun baik Inter maupun Juventus mempunyai motivasi berbeda yang menciptakan adu nanti disinyalir akan berlangsung panas dan ketat. Laga nanti juga bakal memilih dalam perebutan gelar Scudetto isu terkini ini.

Juventus wajib memenangi adu ini demi mengukuhkan posisi puncak klasemen Serie A. Hingga pekan 29, Bianconeri masih memuncaki klasemen sementara dengan torehan total 65 poin. Unggul sembilan poin atas Napoli yang menguntit di posisi 2 dengan 56 poin.

Sementara itu, misi berbeda diusung Inter Milan. Skuad besutan Andrea Stramaccioni ini berambisi meraih poin penuh demi mengamankan satu tiket Liga Champions isu terkini depan. Saat ini, Inter masih terdampar di posisi 5 klasemen dengan 47 poin.

Inter tertinggal tujuh poin dari tim peringkat 3, AC Milan. Agar sanggup berlaga di Liga Champions isu terkini depan, Inter harus mengakhiri kompetisi setidaknya di posisi 3. Alhasil, adu simpulan pekan ini menjadi adu krusial Inter demi memenuhi ambisi masing-masing kubu.

Makna di Balik Istilah Derby d’Italia
Duel Juventus melawan Inter Milan bahwasanya bukanlah duel derby atau pertandingan dua tim sekota. Namun, duel ini menerima sebutan Derby d’Italia atau Derby Italia. Persaingan panas antara kedua tim mengakibatkan adu ini hingga disebut “derby”.

Istilah Derby d’Italia pertama kali diperkenalkan oleh jurnalis Italia terkenal, Gianni Brera pada 1967. Istilah ini didasarkan pada persaingan sengit antara kedua tim bahkan atmosfirnya menyerupai dengan derby (duel tim sekota yang biasa berlangsung sengit dan keras).

Kontroversi sempat muncul pada sebutan hal ini. Sebelumnya kedua klub ini yaitu pengoleksi gelar Serie A terbanyak. Namun pada rentang 1994 hingga 2009 Scudetto AC Milan justru lebih banyak dari Inter.

Kontroversi lainnya yaitu terkait duel antara dua tim yang belum pernah terdegradasi. Ini hanya berlaku hingga tahun 2005. Sebab sekarang Inter menjadi satu-satunya tim Italia yang belum pernah terdegradasi semenjak Juventus turun kasta ke Serie B sesudah Calciopoli pada 2006.

Namun ternyata duel antara dua tim yang belum pernah terdegradasi bukanlah penyebab sebutan Derby d’Italia. Saat pertama kali istilah ini diperkenalkan pada 1967 ada 4 tim yang belum degradasi yakni Bologna, Inter Milan, Juventus, dan AC Milan. Bologna akhirnya
terdegradasi pada 1982, Juventus pada 2006, dan Milan pada 1980.

Jadi, istilah Derby d’Italia bukanlah mengenai dua tim tersukses atau tim yang belum pernah terdegradasi. Persaingan dan juga atmosfir yang menyerupai dengan derby yaitu hal yang mengakibatkan muncul istilah ini.

Misi Balas Dendam Juventus dan Kejutan Inter
Dalam sejarah pertemuan kedua tim, Juventus lebih diunggulkan. Dari 214 pertemuan keduanya sepanjang sejarah, Juventus sukses meraih kemenangan sebanyak 94 kali. Sisanya, Bianconeri menelan 53 hasil imbang dan 67 kekalahan. 

Namun, Juventus patut waspada. Pasalnya, di pertemuan terakhir pada 3 November 2012 lalu, skuad besutan Antonio Conte takluk 1-3 dari Inter Milan. Kekalahan itu membekas hingga sekarang di benak para pilar Juventus.

Sebab, kekalahan tersebut sekaligus menghentikan rekor tidak terkalahkan Juventus di 49 pertandingan terakhir mereka. Yang lebih menyakitkan lagi, dikala itu pertandingan berlangsung di sangkar Juventus, Juventus Stadium.

“Kami kalah di sangkar oleh Inter. Kami tak terkalahkan di stadion gres kami, hingga adu tersebut. Saya tak menyangkal bahwa kami ingin membalas dendam sesudah kekalahan 1-3 di Turin,” ujar gelandang Juventus, Claudio Marchisio.

Selain bertekad membalas dendam, Juve memang membutuhkan 3 poin dalam duel bertajuk Derby d’Italia tersebut. Pasalnya, mereka sekarang perlu memperkokoh posisi di puncak klasemen dari kejaran Napoli dan AC Milan. “Kami juga ingin mempertahankan keunggulan dengan Napoli dan AC Milan,” sambungnya.

Sementara itu, di kubu Inter, sang instruktur Andrea Stramaccioni mengaku siap untuk mengejutkan pasukan Antonio Conte tersebut. Meski kerap memetik hasil mengecewakan di beberapa adu terakhir, tapi Strama mengungkapkan Inter akan berubah menjadi menjadi tim yang berbeda dikala melawan Juventus.

“Ruang ganti kami sangat bersemangat untuk menyambut adu ini. Laga Inter melawan Juventus tidak menyerupai pertandingan lainnya. Kami berjuang keras untuk bermain elok dan mengacaukan rencana mereka meraih scudetto dengan mudah,” kata Strama kepada Football-Italia.

Sanchez Kaprikornus Pemanas Derby d’Italia
Selain motif balas dendam, duel Derby d’Italia simpulan pekan ini dipastikan akan bertambah panas oleh sosok striker Barcelona, Alexis Sanchez. Pasalnya, kedua tim sekarang sama-sama mengincar pemain sayap asal Chile tersebut.

Menurut laporan Football Italia, agen Sanchez, Fernando Felicevich, tengah berada di Italia. Keberadaan Felicevich disinyalir untuk menggelar perundingan dengan Juve dan Inter. Bianconeri yang sudah memonitor Sanchez semenjak beberapa bulan kemudian sekarang menjadi kandidat terkuat.

Namun, mereka  harus bersaing ketat dengan Nerazzurri yang mengincar tanda tangan Sanchez semenjak beberapa pekan terakhir. Jika terealisasi, ini akan menjadi comeback pemain timnas Chile ini ke kompetisi Serie A. Sebelum membela Barca, Sanchez yaitu andalan Udinese pada 2006 hingga 2011.

Penampilan apik Sanchez bersama Udinese menciptakan Barcelona tertarik memboyongnya pada isu terkini panas 2011. Sayangnya, karier pemain 24 tahun ini bersama Alzugrana tidak berlangsung mulus.

Dia lebih banyak berkutat dengan cedera dan kesulitan menembus tim inti. Dan opsi kembali ke Serie A menjadi opsi yang sempurna untuknya.

Enam pertemuan terakhir Inter vs Juventus:2012-2013 (Serie A)
Juventus 1-3 Inter Milan

2011-2012  (Serie A)
Juventus 2-0 Inter Milan
Inter 1-2 Juventus

2010-2011 (Serie A)
Juventus 1-0 Inter
Inter 0-0 Juventus

2009-2010 (Serie A)
Inter 2-0 Juventus (one)