Press "Enter" to skip to content

Terkini 600 Yang Tak Bagus Untuk Zanetti, 105 Yang Tak Yummy Buat Moratti

                 Kekalahan dari Bologna  di Giuseppe Meazza tadi malam meninggalkan kegeti Terkini  600 yang Tak Manis untuk Zanetti, 105 yang Tak Enak buat Moratti
Milan – Kekalahan dari Bologna di Giuseppe Meazza tadi malam meninggalkan kegetiran tersendiri pada sedikitnya dua orang: kapten Javier Zanetti dan sang pemilik klub Massimo Moratti.

Buat Zanetti, pertandingan tersebut yakni langgar ke-600 ia di Serie A. Ia pun semakin mendekati rekor yang masih dipegang legenda AC Milan, Paolo Maldini, yang telah bermain 647 kali di Serie A.

Il Trattore, yang sudah berseragam Nerazzurri sejak 18 tahun silam, melakoni debutnya di Liga Italia dikala Inter menang 1-0 atas Vicenza pada 27 Agustus 1995. Total di semua kompetisi, ia telah terlibat dalam 634 pertandingan bersama Inter.

Sayangnya buat laki-laki 39 tahun itu, timnya kalah 0-1 dari Bologna via gol Alberto Gilardino di pertengahan babak kedua.

Sesuai pertandingan Zanetti tidak mengomentari soal pencapaian angka 600 itu. Ia lebih acuh pada penampilan timnya.

“Kami memerlukan performa yang meyakinkan dari semua orang. Kami semua harus berusaha dan mengerahkan kemampuan lebih besar lagi,” ucapnya di situs resmi Inter.

Sosok lain yang juga kehilangan sebuah keistimewaan tadi malam yakni Moratti. Momen 105 tahun berdirinya Internazionale yang jatuh hari Sabtu kemarin, tidak dirayakan dengan sebuah kemenangan di atas lapangan. (Inter dibuat pada 9 Maret 1908).

Moratti, yang sudah menjadi presiden Il Biscione sejak 1995 (di tahun bergabungnya Zanetti), merasa kecewa dengan kekalahan dari Bologna tersebut. Apalagi tiga hari sebelumnya skuat Andrea Stramaccioni juga takluk 0-3 di sangkar Tottenham Hotspur di Liga Europa.

“Saya cukup murka dengan kekalahan dari Tottenham, tapi kami harus move on dari situ. Kami harus menatap ke depan dan memulainya dengan pertandingan malam ini. Apakah masa depan seseorang tergantung dari apakah kami akan mengamankan daerah ketiga? Tiga besar memang sasaran klub ini, tapi aku belum memikirkan apakah mencapainya atau tidak akan berdampak pada (masa depan) pelatih,” ujar Moratti sebelum pertandingan.

Apakah sehabis kalah lagi Stramaccioni akan lebih “dipikirkan” Moratti? Akan ada dongeng panjang soal ini.