Press "Enter" to skip to content

Peter Butler jaga optimisme bawa PSMS keluar dari zona degradasi

Medan (ANTARA News) – Kesebelasan PSMS Medan bertekad untuk terus berjuang agar bisa keluar dari zona degradasi Liga 1 Indonesia, menyongsong laga lanjutan pekan ke-28 menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (28/10).

Kendati hingga saat ini Tim Ayam Kinantan masih terpuruk di dasar klasemen dengan hanya berbekalkan 27 poin, sang pelatih Peter Butler menyatakan masih terus menjaga optimisme agar setiap pemain tetap mempunyai motivasi tinggi meraih sisa poin maksimal yang tersedia, sehingga bisa mengangkat tim meninggalkan zona degradasi.

Oleh karena itu, ia berusaha menanamkan daya juang kepada para pemainnya dalam delapan pertandingan yang masih mereka miliki, baik laga kandang maupun tandang.

“Kami harus fight sampai akhir. Pemain bagus mau kerja keras, jadi harus optimis. Saya akan kerja terus. Selisih poin tidak begitu jauh. Ada banyak kesempatan agar bisa meninggalkan zona degradasi,” katanya.

Baca juga: Dikalahkan Mitra Kukar 3-1, PSMS makin terpuruk di papan bawah klasemen

Baca juga: Bali United tahan imbang Borneo 2-2

Kondisi tersebut membuat PSMS tidak memiliki pilihan lain selain berjuang keras saat melawat ke Kanjuruhan, demi membawa pulang poin penting untuk melunasi ambisi mereka meninggalkan zona degradasi.

Akan tetapi, misi itu tidak mudah, lantaran sejumlah pemain pilar PSMS tidak bisa dibawa seperti Lobo, Rachmat Hidayat dan juga Abdul Rohim yang masih cedera.

“Kami bawa 18 pemain ke Malang, tapi tidak semuanya dalam kondisi bagus. Tapi kami harus tetap optimistis,” kata pelatih asal Inggris tersebut.

Penyerang PSMS, Frets Listanto Butuan, berharap pemulihannya selesai sebelum pertandingan dan bisa diturunkan saat menghadapi Arema nantinya.

“Saya tidak tahu juga ini bisa main atau tidak. Kita lihat keputusan pelatih nanti,” katanya.

Baca juga: Persebaya menang telak 4-0 lawan Madura United

Baca juga: Persija menang 2-1 atas tuan rumah Persipura

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018