Press "Enter" to skip to content

PBPB pacu regenerasi pemain lewat kejuaraan U-17

Jakarta (ANTARA News) – Pengurus Besar Pengusaha Berkarya (PBPB) menggelar Kejuaraan Invitasi Sepakbola Junior Nasional U-17 di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan, Jakarta, 10-11 November demi memacu regenerasi pemain-pemain sepak bola Indonesia.

“Kami mengundang sejumlah tim sekolah sepak bola seperti Sekolah Sepak Bola (SSB) Real Madrid Foundation (Sidoarjo, Jawa Timur), SSB Tuleho Putra (Maluku), dan SSB dari Banten. Kami juga mengundang pemain-pemain muda dari tim yang lain,” kata ketua penyelenggara Kejuaraan Invitasi Sepakbola Junior Nasional U-17 Harry Samputra Agus dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Kejuaraan yang pelaksanaannya bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan itu, menurut Harry, akan menambah “jam terbang” bagi pemain-pemain muda Tanah Air menyusul keberadaan turnamen sepak bola khusus untuk pemain U-17 yang minim di Indonesia.

Kejuaraan Invitasi Sepakbola Junior Nasional U-17 juga diharapkan menjadi jembatan bagi pemain muda sebelumnya naik ke jenjang yang lebih tinggi (profesional).

“Saat ini, kejuaraan khusus junior di Indonesia memang sudah ada. Tapi, kami menilai belum maksimal. Harus ada pengelolaan olahraga yang lebih profesional untuk mendukung kegiatan itu. Kami mau melakukan itu,” katanya.

Kejuaraan invitasi U-17 itu akan diikuti pemain-pemain berusia usia 15-16 tahun karena usia tersebut merupakan usia pembentukan karakter dan profesionalitas seorang pemain sepak bola.

Ketua Umum PBPB Rahmat SH sinergi antara prestasi, manajemen sumber-sumber pendanaan hingga pembinaan jangka panjang menjadi alasan penyelenggaraan Kejuaraan Invitasi Sepakbola Junior Nasional U-17 di PPOP Ragunan.

“Kami prihatin karena banyak pemain muda yang langsung naik ke tingkat tinggi. Padahal, teknik mereka belum sepenuhnya matang. Mereka butuh tahapan yang tepat sehingga bakat yang mereka miliki dapat tersalurkan dengan baik,” katanya.

Politisi Partai Berkarya itu berharap kejuaraan invitasi U-17 digelar secara kesinambungan sehingga melahirkan bibit-bibit pemain sepakbola serta mendukung pembinaan dan prestasi sepak bola nasional.

“Kami ingin melangkah lebih maju dan menyontoh negara-negara lain yang punya pengelolaan olahraga yang lebih rapi. Negara-negara lain melakukan pembinaan secara serius. Hasilnya dapat dilihat dari prestasi dan materi,” katanya.

Rahmat menambahkan para pemenang Kejuaraan Invitasi Sepakbola Junior Nasional U-17 akan mendapatkan beasiswa kuliah selain hadiah lainnya. Hadiah beasiswa akan memberikan bekal kesuksesan bagi para pemain muda sepak bola Indonesia baik dalam pendidikan maupun prestasi olahraga.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018