Press "Enter" to skip to content

Masker Bukan Cara Terbaik Cegah Virus Corona, Jaga 3 Hal Ini, Jangan Sedih dan Stres

TRIBUNNEWS.COM – Tahukah Anda bahwa harga masker melonjak tinggi pasca menyebarnya virus corona?

Namun, meski sudah ludes dijual dan harganya melonjak tinggi, faktanya masker bukanlah cara terbaik untuk mencegah penularan corona.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir.

Menurut Honesti, masker bukan merupakan komponen terpenting untuk mencegah tertular virus corona.

Honesti justru menyebut daya tahan tubuh seseoranglah yang menjadi faktor terpenting agar tak tertular virus asal Wuhan, China itu.

“Masker enggak banyak bantu, virus (corona) ukurannya kecil.”

“Kalau Anda buat masker serapat apapun yang ada malah bikin Anda sesak,” ujar Honesti di Jakarta pada Rabu (5/2/2020).

Baca: Korea Selatan Laporkan Kematian Kedua, Pasien Positif Virus Corona Paling Banyak di Luar China

Baca: Cegah Penyebaran Virus Corona, Gojek Bagikan Ribuan Masker di Bandara Soetta

Sebuah mesin yang memproduksi masker bedah di sebuah pabrik di Hong Kong. Rabu (19/02/2020). Menghadapi kekurangan di tengah wabah virus, warga Hong Kong telah mulai membuat masker wajah mereka sendiri, dari pabrik profesional hingga penjahit home industri. (ISAAC LAWRENCE/AFP)
Sebuah mesin yang memproduksi masker bedah di sebuah pabrik di Hong Kong. Rabu (19/02/2020). Menghadapi kekurangan di tengah wabah virus, warga Hong Kong telah mulai membuat masker wajah mereka sendiri, dari pabrik profesional hingga penjahit home industri. (ISAAC LAWRENCE/AFP) (AFP/ISAAC LAWRENCE)

Honesti berpesan, pola hidup sehat merupakan kunci dari segala bentuk macam penyakit.

Atas dasar itu, ketimbang menggunakan masker, lebih baik masyarakat menjaga pola hidupnya agar daya tahan tubuhnya baik.

“Statistik yang kena (virus corona) yang daya tahan tubuhnya rendah.”