Press "Enter" to skip to content

Istana Sambut Positif Upaya Warga Cek Suhu Tubuh Cegah Penyebaran Virus Corona

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM – Pengukuran suhu tubuh seseorang menjadi salah satu antisipasi guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Terkait hal tersebut Kepala Staf Presiden Moeldoko menyambut positif apa yang dilakukan warga tersebut.

Panglima TNI periode 2013-2015 ini menyebut pengukuran suhu tubuh jadi bagian dari aksi preventif untuk meredakan sebaran Covid-19 di Jakarta bahkan Indonesia.

Untuk itu, aktivitas ini harus dilakukan secara rutin hingga Covid-19 dinyatakan bersih secara menyeluruh dari Indonesia.

Baca: Terdengar Benda Jatuh di Atap Rumah: Saat Dicek, Warga Mojokerto Kaget Temukan Sosok Bayi Menangis

Baca: Update 5 April, Pasien Positif Terjangkit Covid-19 di Papua Ada 26 Orang

“Pengukuran suhu tubuh memang menjadi upaya awal untuk memastikan seseorang clear dari Covid-19. Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat karena selalu taat aturan. Sejak awal pemerintah selalu fokus dan memberikan perhatian lebih pada masyarakat. Sinergi dan gotong royong harus terus dikembangkan. Potensi kendala teknis akan terselesaikan,” ujar Moeldoko dalam keterangannya, Minggu(5/4/2020).

Kata Moeldoko, kegiatan pengukuran suhu tubuh warga terus mengalami perkembangan fungsi.

Moeldoko juga mengatakan, kegiatan pengukuran suhu tubuh ini memiliki fungsi untuk melihat potensi penyakit bawaan dari warga.

Baca: Driver Taksi Online Sembuh dari Virus Corona, Sebelum Terjangkit Antar Penumpang dari Bandara

Selain itu, kepekaan sosial kemanusiaan warga juga ikut terjaga.

Sebab, para aktivis Dasa Wisma selalu mengingatkan warga untuk menjalankan aktivitas amal.

“Prinsipnya terus lanjutkan kegiatan pengukuran suhu tubuh secara aman. Dari situ juga bisa dilihat potensi penyakit bawaan dari warga. Yang jelas, semuanya harus dilakukan secara bergotong royong agar permasalahan yang muncul bisa diselesaikan secara mandiri. Untuk itu, tetap berbagi dengan sesama baik dengan makanan matang sehat atau sembako,”ujarnya.

Sementara itu warga di Kramat Jati, Jakarta Timur menyebut aktivitas pengecekan suhu tubuh warga dilakukan hampir tiap hari.

Baca: Rencana Pembukaan Pasar Tanah Abang Dibatalkan, Para Pedagang Disebut Masih Ragu