Press "Enter" to skip to content

Fabregas Keluhkan Masa-masa di Arsenal, Eks Rekan Setim Membalas

London

Cesc Fabregas mengkritik sikap rekan-rekannya semasa bermain di Arsenal dulu, yang membuatnya memilih keluar dari Emirates Stadium. Kritikan itu pun dibalas oleh eks rekan setimnya, Bacary Sagna.

Sebelumnya dalam podcast Arsecast, Fabregas mengeluh bagaimana rekan-rekannya masih bisa tertawa di dalam bus meski Arsenal baru saja menelan kekalahan.

Ia juga menganggap level permainan mayoritas pemain Arsenal saat itu tak setara dengannya. Baginya, hanya Robin Van Persie dan Samir Nasri yang bisa tampil dengan kualitas di atas rata-rata.

“Khususnya di dua atau tiga tahun terakhir. Saya merasa cuma Robin dan Samir yang selevel dengan saya dalam hal mental dan teknik. Saya tak mengatakan sesuatu yang arogan, begitulah yang saya rasakan saat itu,” kata Fabregas.

Tudingan itu jelas mengejutkan bagi Sagna. Empat musim bermain bersama Fabregas di periode 2007-2011, ia jelas masuk dalam kategori pemain yang dikritik gelandang AS Monaco tersebut.

“Saya terkejut membaca komentarnya. Dia seharusnya menjadi seorang pemimpin di tim, pemain dengan masa depan cerah. Sebagai pemimpin dan pemain sejati, bukan begitu caranya membicarakan klubmu sendiri,” ujar Sagna, dikutip Metro.

“Saya terkejut karena dia orangnya baik. Dia tetaplah orang baik. Tapi saya terkejut mendengarnya.”

“Arsenal yang menjadikan dia seperti sekarang. Jadi menyebut sejumlah pemain tak selevel dengannya terdengar sedikit kasar. Saya tak yakin dia selalu menjadi teladan selama kariernya di Arsenal.”

“Dulu dia pernah dikritik media karena tak banyak berlari ataupun mundur membantu pertahanan. Jadi para pemain lainnya bisa saja mengkritik dia, ‘kamu harusnya berlari lebih banyak, atau berkontribusi lebih’,” sambung eks pemain Timnas Prancis itu.

Simak Video “Cerita Fabregas Tolak Bermain di Madrid Karena Barcelona
[Gambas:Video 20detik]
(adp/raw)