Press "Enter" to skip to content

Ducati dan Dovizioso Mungkin Berpisah

Jakarta

Ducati dan Andrea Dovizioso bisa saja berpisah. Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti mengakui hal itu sangat memungkinkan lantaran negosiasi kontrak baru dengan Dovizioso terganjal gaji.

Rider Italia itu sedang memasuki tahun terakhir di kontraknya bersama Ducati. Sejak 2017, Dovizioso menjadi penantang serius gelar juara dunia MotoGP sekalipun selalu saja harus puas finis sebagai runner-up di belakang Marc Marquez.

Atas performanya, Dovizioso menginginkan bayaran lebih di kontrak barunya. Namun, Ducati tidak dapat memenuhi tuntutan pebalap asal Forli tersebut karena sedang menghadapi resesi akibat pandemi virus corona.

Seandainya Ducati berkukuh, Andrea Dovizioso pun tidak ragu untuk mundur. Belum lama ini, manajer Dovizioso mengungkapkan bahwa pebalapnya itu mempertimbangkan untuk beristirahat dari MotoGP setidaknya selama setahun. Hingga kini kedua pihak belum mencapai titik temu.

“Sayangnya tidak mungkin ketika menyangkut gaji dan gagasan-gagasan orang-orang yang terlibat jauh berbeda,” kata Ciabatti kepada Speedweek. “Saya pikir kedua belah pihak bisa membuat konsensi dan kompromi.”

“Pada akhirnya Anda selalu harus mendapatkan sebuah kompromi yang bisa diterima. Tujuan kami itu menemukan sebuah kesepakatan untuk terus bekerja sama dengan Dovi.”

Ducati tinggal mencari satu pebalap lagi untuk mendampingi Jack Miller di MotoGP 2021. Kabarnya, pabrikan Borgo Panigale itu akan mempromosikan rider Pramac Pecco Bagnaia seandainya Andrea Dovizioso memang tidak bisa dipertahankan.

“Sejauh ini baru diputuskan bahwa kami akan mengajukan tawaran baru untuk Pecco agar dia bertahan di Ducati. Dua opsi yang tersedia adalah Pramac atau tim pabrikan,” ungkap Ciabatti.

Andrea Dovizioso dan Ducati sudah bekerja sama selama delapan tahun dengan pencapaian terbaik runner-up tiga kali pada 2017-2019.

Simak Video “Quartararo Juara MotoGP Spanyol, Disusul Vinales dan Dovizioso
[Gambas:Video 20detik]
(rin/krs)